oleh

Subsidi Gas Melon 3 Kg Dicabut, UMKM Terpuruk

JAKARTA – Rencana pemerintah mencabut subsidi Elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon bakal berdampak pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Ketua Asosiasi Usaha UMKM Indonesia (Akumindo), M Ikhsan Ingratubun mengatakan, kebijakan tersebut merugikan UMKM yang di mana menggunakan Elpiji 3 kg dalam usahanya untuk mengurangi biaya produksi. “Kebijakan yang tidak berpihak pada UMKM,” ujar dia, kemarin.

Lanjut dia, kebijakan tersebut berlawanan dengan Undang-undang tentang pemberdayaan UKM. “Di satu sisi dibuat Undang-undang pemberdayaan UKM, tapi di sisi lain ada yang menghambat pemberdayaan itu, yakni salah satunya pencabutan subsidi Elpiji 3 kg,” ucap dia.

Salah satu pedagang baso, Sugianto, yang telah belasan tahun berdagang mengaku keberatan soal pencabutan subsidi karena akan mengurangi pendapatannya di tengah kenaikan kebutuhan hidup. Misalkan, kenaikan bahan pangan dan juga iuran BPJS Kesehatan.

“Jelas, akan memberatkan pedagang. Pemerintah harus memikirkan rakyat seperti kami. Jangan sampai gara-gara salah sasaran distribusi Elpiji 3 kg berdampak pada kami,” ujar dia, yang berdagang di Ciledug, Tangerang.

Senada dengan Sugianto, Sulastri, salah satu pedagang sayuran meminta pemerintah mengkaji secara mendalam soal pencabutan subsidi Elpiji 3 kg.

“Pemasukan sudah pas-pasan. Ditambah kenaikan segala macam, saya minta jangan ditambah lagi jadi sulit masak. Elpiji 3 kg sangat membantu orang seperti saya,” ucapnya.

Baca Selengkapnya…!!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed