Sudah Lima Hari Dirawat di RSUD

Peliput/Editor: ASEP HERDIANA/SUMEKS

Sudah Lima Hari Dirawat di RSUD

BERI KETERANGAN: Kepala Seksi Kesehatan Primer dan Tradisional Dinas Kesehatan Sumedang H. Aan Sugandi memberi keterangan, kemarin.(ASEP HERDIANA/SUMEKS)

KOTA – Diduga menjadi korban malpraktek saat dikhitan, seorang anak berinisial S, 2, harus dirawat di RSUD Sumedang. Korban merupakan warga salah satu desa di Kecamatan Wado. Sedangkan sang penyunat berinisial D, merupakan pemilik salah satu klinik sunat di Sumedang.

Berdasarkan data yang dihimpun dari RSUD Sumedang, S masuk ke rumah sakit tanggal 7 Juli 2018 sekitar pukul 08.30. Sampai kemarin (12/7) korban masih dirawat di RSUD Sumedang.

Belum diketahui jelas bagaimana kondisi terkini korban, karena pihak keluarga tidak mau diekspos dengan alasan masa depan
anaknya dan akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

“Saya sudah menerima bahwa semua ini merupakan musibah, yang penting anak saya bisa sembuh,” ujar orang tua korban.
Saat ditemui, dokter penanggungjawab Dr Iwan, juga enggan untuk diwawancarai karena sudah memberikan laporan kepada bagian humas. “Ini kan kejadian tidak terduga. Jadi saya tidak berhak bicara. Saya sudah sampaikan ke Pak Iman (humas RSUD Sumedang), nanti juru bicaranya biar Pak Iman,” tuturnya.

Sementara Humas RSUD Sumedang Iman Budiman mengaku, pihaknya akan melakukan koordinasi ke berbagai pihak. Baik itu Dinas Kesehatan juga klinik serta yang bersangkutannya langsung. “Nanti kita akan ajak ngobrol sama yang bersangkutannya,” kata Iman.

Sementara itu, pihak Dinas Keseharan Kabupaten Sumedang melalui Kepala Seksi Kesehatan Primer dan Tradisional, H. Aan Sugandi mengungkapkan, pihaknya sudah menerima laporan tersebut secaran lisan. Bahkan pihaknya sudah menelepon yang bersangkutan. Dari segi legal aspek, D mempunyai izin.

“Secara legal aspek, yang bersangkutan legal tempat yang bisa melakukan tindakan sunat. Namun besok (hari ini) akan kami tindaklanjuti dengan mendatangi klinik tersebut,” kata Aan. “Dugaan sementara intinya mungkin, masih masuk kriteria kecelakaan kerja,” tukasnya. (her)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.