oleh

Suhu Udara Makin Panas

CISITU – Masyarakat Sumedang mengeluh naiknya suhu udara dari biasanya. Saat ini menurut sejumlah warga, pasca digenangnya waduk Jatigede udara terasa panas, baik pada siang maupaun malam hari.

Termasuk hal itu dirasakan masyarakat yang bertempat tinggal di besisir pantai Waduk Jatigede. Mereka rata-rata mengeluh akan adanya perubahan suhu udara yang semakin memanas. Salah seorang, Asep, warga Desa Cigintung, Kecamatan Cisitu, tempat tinggalnya kurang lebih satu kilo meter dari batas permukaan air Waduk Jatigede. Ia mengaku merasakan ada perubahan pada suhu udara.

Dikatakan Asep, beberapa tahun silam sebelum adanya Waduk Jatigede suhu udara di desanya stabil. Bahkan saat musim hujan, sebut dia, udaranya seperti dipegunungan yang dingin. Namun saat ini meski musim hujan mereka mengaku kerap kali mengalami kegerahan saat malam hari.

“Benar, suhu udara di sini ada perubahan. Menjadi lebih panas dari sebelumnya, padahal air Waduk Jatigede belum maksimal apalagi nanti kalau sudah full,” kata Asep pada Sumeks, kemarin.

Bahkan, lanjutnya, saat ini di setiap rumah sudah memasang kipas angin untuk membantu mengatur suhu udara yang panas.
“Hampir sebagian besar warga, saat ini memiliki kipas angin, untuk membantu mengatur suhu,” ucapnya.

Warga menilai, hal ini disebabkan air Waduk Jatigede, karena menurutnya, satu wilayah yang berdekatan dengan air yang bervolume tinggi jelas akan terasa panas. Mereka mencontohkan, seperti di wilayah-wilayah yang dekat dengan laut, suhunya panas.

“Selain dari pemanasan gelobal, spertinya ini juga pengaruh air waduk Jatigede, karena di wilayah lain juga yang dekat dengan laut, pasti udaranya panas,” kata dia.

Selain itu, semenjak air waduk jatigede menggenai beberapa desa yang menjadi wilayah genangannya, angin juga cenderung lebih kencang dari sebelumnya, apalagi saat menjelang turun hujan, angin yang menyertainya dirasakan berbeda dari sebelumnya.

“Tapi saya rasa angin juga semakin kencang, semenjak adanya waduk Jatigede,” kata dia.

Serupa diungkapkan Warga asal Cibogo, Kecamatan Darmaraja yang saat ini berada di Wilayah Situraja, Hadi Barkah, beberapa kali dia menyaksikan, adanya badai angin yang mengamuk dipermukaan air Waduk Jatigede. Hal itu kata Hadi, ada kemungkinan karena pohon-pohon sudah hilang, jadi angin saat ini berhembus lepas sehingga cenderung lebih kencang dirasakannya.

Bahkan, lanjutnya, pada hari Rabu (6/4) sore, badai angin di wilayah genangan kembali terjadi, disertai awan hitam dari arah Selatan.

“Badai angin kerap terjadi, semenjak adanya Waduk Jatigede ini,” kata dia. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed