Sumedang Diharapkan Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Kuda Renggong akan Dibuatkan Teater

BUAHDUA – Anggota Komisi X DPR RI Dony Ahmad Munir berharap Sumedang menjadi destinasi wisata unggulan yang bisa menyedot wisatawan lokal maupun mancanegara. Hal itu disampaikan saat dirinya menghadiri Atraksi 111 Kuda Renggong di Lapang Darongdong Kecamatan Buahdua, Sabtu (10/2) lalu.

“Apalagi dengan adanya lima exit tol Cisumdawu, saya berharap ada kalender wisata yang dikemas secara baik oleh Pemkab Sumedang,” ujar Dony saat diwawancara Sumeks.

Dony menuturkan kegiatan kalender wisata yang digelar secara rutin dan melalui publikasi yang baik akan mampu menyedot orang dari berbagai daerah untuk berkunjung. Selain itu, juga akan melestarikan seni-seni budaya karuhun Sumedang.

“Sehingga, seni dan budaya karuhun Sumedang akan tetap terjaga dan lestari. Tak hanya itu, juga akan berpengaruh ke perekonomian warga,” terangnya.

Salah satu upaya ke arah itu, kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, yakni dengan memperbanyak event-event kepariwisataan. Salah satunya, seperti penyelenggaraan Atraksi 111 Kuda Renggong ini.

“Outputnya seni kuda renggong Sumedang sebagai warisan budaya luhur, bisa lebih berkembang dan ‘kakoncara’ ke mancanegara dan go internasional. Karena, sebelum ini kita memberikan bimbingan teknik terlebih dahulu. Bagaimana mengemas atraksi dan cara berpakaian kuda. Misalnya, mahkotanya apakah ada ciri khas Sumedang, Mahkota Binokasih,” tuturnya.

Jadi, kata dia, mereka dilatih bagaimana mengemas atraksi yang bagus, kebersihannya harus dijaga, seperti membuang air seni kuda diupayakan memakai alat agar tidak sembarangan dan sebagainya.

“Jadi ada pembinaan, apa yang ditampilkan bisa terjaga serta lebih terawat. Karena, jika ini berkembang akan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Acara itu pun mendapat sambutan luar biasa warga masyarakat Kecamatan Buahdua dan sekitarnya. Warga berkumpul dan penasaran untuk menyaksikan langsung seni kuda renggong dari 26 kecamatan. Acara dikemas dengan penampilan seni Kuda Silat dan helaran 111 Kuda Renggong dari 26 Kecamatan se-Kabupaten Sumedang.

Menurut Dony, kegiatan serupa akan terus digelar secara rutin dan menjadi agenda tahunan. Apalagi, kata dia, selama ini beberapa kegiatan serupa pun kerap dilaksanakan dan mendapat respon masyarakat yang cukup tinggi. Seperti, kegiatan Pesona Jatigede.

“Even even seperti itu harus disiapkan secara lebih matang, maksimal dan lebih bagus lagi dari tahun tahun sebelumnya,” tandasnya.

Dony juga berencana akan menyiapkan space khusus/arena khusus, semacam teater yang nyaman bagi Seni Kuda Renggong kedepannya. Disitu akan ada panggung, tribun penonton, tempat kuliner, tempat penjualan suvenir, tempat parkir dengan lahan yang luas serta ada jam tayangnya.

“Hal itu akan coba diperjuangkan baik oleh Kementrian ataupun saya jika terpilih menjadi bupati. Rencananya, teater atau arena pertunjukan kuda renggong itu sendiri akan dibuat di daerah exit tol yang mudah terjangkau,” tandasnya.

Tentunya, kata dia, hal itu harus didukung dengan promosi, pemasaran, penyajian dan infrastruktur yang lebih baik lagi. “Melalui itu, masyarakat secara otomatis mengetahui dan menyempatkan diri untuk datang ke arena pertunjukan kuda renggong tadi,”
jelasnya.

Dikatakan, dari kelima exit tol yang ada di wilayah Sumedang diharapkan di setiap exit ada tempat destinasi wisata sesuai potensi daerah masing-masing. Semuanya harus direncanakan secara matang dan terencana, sehingga Sumedang akan menjadi destinasi wisata unggulan.

“Karena Sumedang mempunyai potensi yang kaya budaya dan prospek yang bagus untuk menjadi destinasi wisata unggulan. Baik itu wisata alam, kuliner, budaya dan yang lainnya. Asalkan dikemas dengan bagus, di branding dan dikelola dengan baik,” pungkasnya. (atp/adv)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.