oleh

Sumedang Ikut Rasakan Gempa Samudra Hindia

WARGA BERHAMBURAN

KOTA – Sejumlah warga Kabupaten Sumedang, kaget merasakan guncangan gempa yang terjadi sekitar pukul 13.34, kemarin (23/1). Secara khusus bagi warga di Kota Sumedang, guncangan gempa membuat panik dan berhamburan keluar rumah.

“Saya sedang tidur, tiba-tiba seolah ada yang menggoyang-goyangkan alas tempat tidur. Setelah terbangun, kepala pun pusing karena melihat sekeliling bangunan rumah seolah mau tumpah dan akan roboh,” kata Lis, 27, warga sekitar Gedung Insun Medal (GIM) Sumedang.

Dia berusaha keluar rumah, namun diakuinya malah pusing dan hanya bisa ‘bengong’ merasakan adanya ‘lini’ itu.

“Saya mendengar ada suara perbincangan warga yang lainnya di luar rumah. Tampaknya, mereka pun panik setelah merasakan guncangan gempa itu,” ujarnya.

Warga lainnya Aef, 41, mengaku kaget setelah merasakan guncangan gempa itu. “Kaget, bumi serasa mau ambruk. Subhanallah, kami sekeluarga sempat kaget. Alhamdulillah, guncangan gempa hanya terjadi beberapa saat saja dan Sumedang pun masih aman,” ujar Aef.

Sementara itu, gempa berkekuatan 6,1 SR kemarin itu, mengguncang sebagian wilayah Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Diketahui, gempa berpusat di Samudra Hindia dengan kedalaman 64 km, berjarak 43 km di sebelah barat daya Kabupaten Lebak, Banten.

Menurut Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, gempa tidak berpotensi tsunami. Namun, getarannya dirasakan sangat kuat di Banten selama 10 detik.

“Masyarakat panik berhamburan keluar rumah. Beberapa rumah dan bangunan mengalami kerusakan,” ujar Sutopo di Jakarta.
Menurut Sutopo, gempa juga sangat dirasakan masyarakat Jakarta, khususnya yang berada di gedung bertingkat selama sekitar 10-15 detik. Masyarakat di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Lampung juga gempa dirasakan lemah selama lima menit.

Di Kabupaten Cianjur ada enam pelajar luka berat. Sedangkan dua lainnya luka ringan akibat tertimba genteng yang runtuh di SMK Tenggeung, Kecamatan Tanggeung. “Selain itu juga terdapat satu rumah rusak berat masing-masing di Desa Tanggeung dan Desa Pagermaneuh,” ucapnya.

Sementara di Sukabumi, terdapat sembilan rumah rusak ringan, satu rumah rusak sedang, satu masjid rusak berat, dan dua fasilitas umum kesehatan rusak ringan.

Di Kabupaten Bogor terdapat beberapa rumah dan bangunan rusak di Kecamatan Sukajaya. Adapun di Kecamatan Nanggung, Megamendung, Caringin dan Cijeruk, ada tujuh rumah rusak berat dan lima rumah rusak ringan.

Di Pandeglang terdapat Aula SMA CMBBS Pandeglang roboh dan beberapa rumah mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa. Di Banten terdapat 115 rumah rusak, satu masjid rusak dan satu puskesmas rusak.

“BPBD bersama unsur lainnya masih melakukan pendataan dampak kerusakan akibat gempa 6,1 SR. Dampak kerusakan akan bertambah seiring dengan pendataan yang dilakukan,” ucapnya.

Menurut Sutopo, jumlah kerusakan kemungiknan akan bertambah. Namun, dia mengimbau masyarakat tetap tenang.
“Jangan terpancing isu-isu yang menyesatkan bahwa akan terjadi gempa susulan yang lebih besar. Ilmu pengetahuan belum mampu memprediksi gempa secara pasti,” pungkasnya. (her/gir/jpnn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed