Sumedang Raih Penghargaan Peringkat ke-Tiga Tagana Berprestasi

Peliput/Editor: IST

Sumedang Raih Penghargaan Peringkat ke-Tiga Tagana Berprestasi

TERIMA PENGHARGAAN: Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Ady Karyono mewakili Kementrian Sosial memberikan penghargaan kepada perwakilan Tagana Sumedang Dedi Turjana Suradipraja pada Jambore Nasional TAGANA di Tomohon Sulawesi Utara, beberapa waktu lalu.

Melenggang di Tingkat Nasional Jadi Percontohan Daerah Lain

Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sumedang, patut berbangga. Sebab, salah satu perwakilannya berhasil menyabet gelar Tagana berprestasi tingkat nasional sebagai peringkat ketiga dari Kementerian Sosial (Kemensos). Berikut catatanya.

ATEP BIMO ARIO S, Kota.

JAUH-jauh berangkat ke Tomohon Provinsi Sulawesi Utara, nampaknya tak sia-sia untuk Dedi Turjana Suradipraja sebagai perwakilan Tagana Sumedang. Mantan Ketua Tagana Provinsi Jawa Barat ini, berhasil meraih peringkat ketiga Tagana Berprestasi tingkat nasional dari Kemensos.

Penghargaan diberikan pada Jambore Nasional Tagana yang diikuti seluruh provinsi beserta negara negara ASEAN ditambah tiga negara di luar ASEAN (termasuk Jepang) di Lapangan Goodblas Sam Ratulangi Tomohon Sulawesi Utara. Penghargaan sendiri diberikan langsung Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Ady Karyono mewakili Menteri Sosial.

Pelaksanaan Jambore Nasional Tagana dilaksanakan dari Senin (23/10) hingga Jumat (27/10) lalu di Minahasa dan Tomohon Sulawesi Utara. Penghargaan Tagana Berprestasi tingkat nasional diberikan pada acara puncak tanggal 27 Oktober 2017.

“Iya, alhamdulillah saya mewakili Tagana Sumedang bisa mengharumkan nama Sumedang di kancah nasional. Bahkan, ASEAN karena ada tiga negara yang ikut dalam kegiatan Jambore Nasional Tagana itu,” ujar Dedi saat berbincang dengan Sumeks, kemarin (5/11).

Tidak hanya itu, kata Dedi, Tagana Sumedang kini menjadi percontohan bagi daerah lain. Sebab, Tagana Sumedang mempunyai berbagai unit usaha yang menjadi andalan. Diantaranya mempunyai usaha distro, usaha Pangcalikan Rafting Adventure (PARA) di Desa Citepok dan lain-lainnya.

Usaha-usaha itu, kini menjadi profit bagi Tagana Sumedang untuk menghidupi anggota-anggotanya. Pihaknya, tidak hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah saja.

“Kami ingin mandiri dan tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah dengan membuka berbagai usaha yang dikelola anggota anggota Tagana Sumedang. Sehingga suatu saat, ketika kita harus menjadi relawan ke suatu daerah, maka keluarga yang ditinggalkan sudah mempunyai bekal. Dan usaha-usaha yang dikelola telah berjalan serta menjadi percontohan bagi tagana dari daerah lain,” terangnya.

Dalam waktu dekat, menurut Dedi, Tagana Kabupaten Tanggerang akan berkunjung dan bersilaturahmi dengan Tagana Sumedang. Selain akan mencoba PARA, mereka juga akan melakukan studi banding terkait konsep yang dimiliki Tagana Sumedang.

“Sebelum Tagana Tangerang, sudah ada tagana dari daerah lainnya yang datang. Seperti dari Jakarta, Bandung, Kota Cirebon dan lain lainnya,” tegasnya.

Dedi berharap, Tagana Sumedang akan terus konsisten menjadi percontohan bagi daerah lain. Prestasi-prestasi pun akan terus diukir agar dapat mengharumkan nama Sumedang.

Terkait wisata arung jeram PARA, Dedi meminta perhatian dari Pemkab Sumedang untuk turut serta bersama-sama mengembangkan wisata ini.

“Terutama untuk pengembangan sarana dan prasarana arung jeram ini yang saat ini semakin dikenal,” tukasnya. (**)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js