Sumedang Ekspres

Bacaan Utama Warga Sumedang

sumeks_images

SEPI: lapak pemancingan di perairan Waduk Jatigede sepi meski memasuki waktu akhir pekan. DOK/SUMEKS

Pemancingan di Jatigede Sepi Pengunjung

SUMEDANGEKSPRES.COM - Sejumlah pemilik lapak pemancingan di perairan Waduk Jatigede, mengaku sepi meski memasuki waktu akhir pekan. Padahal biasanya, saat akhir pekan, lapak pancingan tak pernah kosong sejak pagi.

SUMEDANGEKSPRES.COM – Sejumlah pemilik lapak pemancingan di perairan Waduk Jatigede, mengaku sepi meski memasuki waktu akhir pekan. Padahal biasanya, saat akhir pekan, lapak pancingan tak pernah kosong sejak pagi.

Seperti diungkapkan pemilik lapak pemancingan di Blok Cilembu Desa Pakualam Kecamatan Darmaraja, Ujang Suyatna. Sepinya pemancing, berkisar seminggu lalu. Dia dan pemilik lapak lainnya belum mengetahui penyebab berkurangnya pemancing yang datang ke lapaknya.

“Memang dari seminggu yang lalu ikan di wilayah sini langka. Mungkin itu yang menjadi penyebabnya,” ujar Ujang, Minggu (28/6).

Ujang mengaku, sepinya pemancing berimbas pada pendapatannya. Padahal hasil sewa dari lapak pancingan, bisa mencapai Rp 100 ribu perhari.

“Selain dari sewa lapak pancing, kami juga jualan kopi dan makanan yang biasanya dipesan oleh pemancing. Kalau sepi yang datang, otomatis kami tak mendapat uang,” ucap Ujang.

Baca Juga :

Tol Cileunyi-Cimalaka Beroperasi 2021

Hal serupa dirasakan Agus Kadir, pemilik lapak pancing lainnya di Blok Ciduging Desa Tarunajaya. Biasanya, setiap hari lapak pancing miliknya tak pernah kosong.

“Tiap hari lapak pancing diisi sekitar 8 orang. Kalau pun kurang ya sampai 4 orang. Kalau selarang paling 1 atau 2 orang saja,” ucapnya.

Agus juga menyatakan, ikan di wilayahnya sedikit langka oleh karenanya pemancing jarang mendapatkan ikan.

“Sekarang bahkan saya sudah turunkan biaya sewa rakit (lapak pancing) jadi Rp 5.000 perorang dan untuk waktu saya bebaskan. Tapi paling yang datang hanya 3 orang sudah banyak,” katanya. (eri)