Surut, Sisa Bangunan Dipungut

Peliput/Editor: HERI PURNAMA/SUMEKS

Surut, Sisa Bangunan Dipungut

SISA BANGUNAN: Dede Dahlan warga eks Desa Cibogo Kecamatan Darmaraja yang kini tinggal di Desa Tarunajaya Kecamatan Darmaraja tengah memungut bangunan yang kembali muncul dikarenakan air Waduk Jatigede Surut. (HERI PURNAMA/SUMEKS)

Penuhi Pembangunan Rumah Baru

SUMEDANG – Air Waduk Jatigede, kemabli surut. Warga terdampak, sibuk memungut puing di bekas pemukimannya.
Timbulnya kembali eks pemukiman di areal Waduk Jatigede ini, dikarenakan penyurutan air waduk yang cukup jauh. Sehingga, dimanfaatkan warga untuk memungut puing bekas bangunan, seperti batu bata, pasir, kenteng dan kayu yang masih layak.

Salah satu warga eks Desa Cibogo Kecamatan Darmaraja yang kini tinggal di Desa Tarunajaya Kecamatan Darmaraja Dede Dahlan menyebutkan, sudah satu minggu yang lalu dirinya mengumpulkan batu bata yang sempat terendam, untuk keperluan banguan rumahnya.




“Paska penggenangan tiga tahun silam, rumah saya belum beres pembangunannya, karena kehabisan uang. Dengan surutnya air waduk ini, saya sengaja mengumpulkan lagi puing atau bahan bangunan bekas yang masih layak untuk dipakai,” kata dia saat ditemui di areal Waduk Jatigede, kemarin (27/8).

Dengan memungut bahan bangunan dari areal waduk atau bekas pemukiman, warga bisa mendapatkan bahan bangunan dengan anggaran yang sangat minim.

“Kalau saya mungut bahan bangunan bekas ini, paling hanya perlu uang angkut aja,” tuturnya.

Pada dasarnya, warga berupaya mendapatkan bahan bangunan dengan cara seperti itu agar mereka tinggal di rumah yang layak. Sebab saat ini, masih banyak rumah warga eks genangan yang masih belum selesai. “Saya ingin membereskan rumah saya yang belum selesai,” kata dia.

Selain itu, kadang sebagian bahan bangunan bekas itu dijual kepada orang yang membutuhkan dengan harga lebih murah 50 persen dari harga toko bangunan.

“Kalau ada yang mau, saya jual sebagian untuk biaya ongkos angkutnya,” ujarnya.

Salah satu tokoh masyarakat warga terdampak Cece Kartaman menilai, upaya warga saat ini yang berisikeras mendapatkan bahan bangunan, karena mereka ingin hidup di rumah yang layak. Hal ini menandakan, uang kompensasi yang diberikan kepada warga pada saat itu masih jauh dari cukup.

“Ini bukti bahwa anggaran kompensasi tidak cukup untuk membangun rumah lagi di tempat barunya,” tukasnya. (eri)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.