Tahun 2016, Subsidi Listrik Dicabut

Peliput/Editor: asep herdiana/iman nurman

Tahun 2016, Subsidi Listrik Dicabut

PENGHARGAAN: Manajer PLN Area Sumedang, Zubaidah, memberikan penghargaan kepada karyawan aktif dan pensiunan, pada peringatan HUT PLN ke 70 di halaman kantor PLN, Jalan Prabu Gajah Agung, Selasa (27/10). (ASEP HERDIANA/SUMEKS)

KOTA- Sebanyak 23 juta pelanggan PT PLN (Persero) golongan rumah tangga 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA, mulai 1 Januari 2016 tidak akan lagi mendapatkan subsidi listrik. Selama ini, 23 juta pelanggan tersebut masuk kategori mampu. Padahal data keluarga miskin di Indonesia hanya sekitar 24 sampai 25 juta pelanggan.

“Artinya sekitar 23 juta pelanggan PLN ini tidak berhak menikmati subsidi listrik. Karena merupakan rakyat mampu dan mereka menggunakan daya 450 VA dan 900 VA, “ kata Zubaidah usai memberikan penghargaan kepada karyawannya pada acara Hari Listrik Nasional di kantor PLN Area Sumedang, kemarin.

Zubaidah menambahkan, selama ini subsidi pelanggan listrik dengan daya 450 VA dan 900 VA tidak tepat sasaran. Pihaknya bakal mengedukasi masyarakat mengenai kebijakan subsidi listrik yang baru, lantaran awal 2016 sudah mulai diterapkan.

“Selama ini, banyak perumahan maupun kontrakan yang memakai daya 900 VA. Pemakaian daya 450 VA dan 900 VA memang tidak melanggar. Tapi, sekarang kan ada ketentuan baru bahwa subsidi diberikan hanya untuk rakyat miskin. Jadi kami memberikan edukasi agar mereka mengerti. Nah nanti untuk warga miskin akan diberikan subsidi, hanya harus mempunyai kartu KSS,” ujarnya.

Pada Hari Listrik Nasional atau HUT PLN ke 70, lanjut Zubaidah, PLN Area Distribusi Sumedang memberikan penghargaan bagi pegawai aktif dan pensiunan PLN sebagai bentuk apresiasai atas dedikasi mereka selama ini bekerja keras membantu memajukan PLN. Penghargaan itu diberikan usai upacara peringatan HUT PLN ke 70 yang diikuti para pejabat dan pegawai PLN, serta seluruh pegawai rayon yang berada di bawah Area Distribusi Sumedang.

“Ada sepuluh pegawai yang kami berikan penghargaan, atas dedikasi mereka bekerja yang sudah empat windu bekerja di PLN. Selain itu juga ada beberapa pensiunan atau purna tugas yang juga kami berikan penghargaan dan cinderamata, “ ujarnya.

Zubaidah mengatakan, menyikapi Hari Listrik Nasional yang jatuh pada 27 Oktober ini sebagai pemicu semangat kerja perseroan untuk mengaliri listrik seluruh masyarakat di Indonesia dan Sumedang pada khususnya. Menurutnya, masih ada beberapa tantangan yang menjadi pekerjaan rumah PLN, terutama dalam memasok listrik di seluruh penjuru wilayah yang terpencil.

“Angka rasio elektrifikasi masih 87 persen, artinya masih ada 13 persen penduduk Indonesia belum punya akses terhadap listrik. Terutama di wilayah terpencil, ” kata Zubaidah.

Ia menegaskan, ini menjadi tantangan bagi PLN mengingat 13 persen penduduk yang belum teraliri listrik itu berada di wilayah-wilayah pelosok dan juga daerah yang memiliki kondisi geografis yang sangat sulit dijangkau. (her)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js