oleh

Tahun Ini, PTSL Hanya Dua Kecamatan

KOTA – Program Pensertifikatan Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL), dimanfaatkan oknum yang mengiming-imingi warga untuk dibuatkan sertifikat tanah. Nyatanya, pada 2020 ini, program dari pemerintah pusat tersebut hanya dilakukan di Kecamatan Tanjungkerta, Tanjangmedar dan satu desa di Jatinunggal.

Ironisnya, sejumlah warga di luar 2 kecamatan dan 1 desa di Jatinunggal, menjadi sasaran oknum. Warga akan dibantu membuat sertifikat dengan syarat menyetorkan uang senilai Rp 200 ribu.

“Sejak tahun kemarin, sampai sekarang tidak ada kabar lagi dari orang desa. Uangnya juga tidak kembali,” ujar salah seorang warga Situraja yang enggan disebutkan namanya.

Diakuinya, bukan hanya dia. Namun ada tetangga lain yang bernasib sama. “Saya tanya tetangga, sama diminta uang tapi tidak ada kabar lagi,” ujar dia.

Saat dikonfirmasi ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumedang, bahwa program PTSL tidak berlaku bagi seluruh kecamatan pada setiap tahunnya. Tahun ini, hanya untuk wilayah Kecamatan Tanjungkerta dan Tanjungmedar sebanyak 40 ribu bidang tanah.

Sedangkan di Desa Cipeundeuy Kecamatan Jatinunggal dilaksanakan program PTSL partisipasi masyarakat.

“Kuota sertifikat tanah yang akan diterbitkan di Tanjungkerta dan Tanjungmedar, untuk tahun 2020 adalah 40.000 bidang Surat Hak Atas Tanah (SHT). Di tambah Partisipasi Masyarakat (PM) di Desa Cipeundeuy Kecamatan Jatinunggal, 4.000 bidang surat hak tanah,” ujar Kepala Urusan Umum dan Kepegawaian BPN Sumedang Yayat SSos saat ditemui Sumeks, baru-baru ini.

Terang Yayat, saat ini pihaknya tengah melakukan sosialisasi dan penyuluhan di dua kecamatan plus satu desa di Jatinunggal. “Kami juga sedang melakukan pengukuran bidang tanahnya,” ujar Yayat.

Untuk biaya program PTSL, kata Yayat, sesuai SKB tiga menteri ditetapkan sebesar Rp 150 ribu per bidang tanah. “Biaya itu semua dikelola pihak desa. Sedangkan BPN tidak memungut biaya,” terang Yayat.

Yayat berkata, proses sosialisasi sudah mulai pada Januari. “Kita bagi menjadi 4 tim ditambah 1 tim PM, yang sudah penunjukan lokasi (Penlok) PTSL. Setiap  tim sudah melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan sekarang masih melaksanakan pengukuran ke tiap tiap desa,” katanya. (cr1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed