oleh

Tahun ini, Warga Sumedang Bisa Buang Sampah ke Legok Nangka

TANJUNGSARI – Warga di enam Kabupaten khususnya Kabupaten Sumedang boleh sedikit lega. Pasalnya, tahun ini anggota DPRD Provinsi Jabar sedang mengusulkan pembuangan sampah ke TPA Legok Nangka di Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung.

Hal itu diaampaikan anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat Rd Tedi ST didampingi Anggota DPRD Sumedang dari Fraksi PAN Yulianti usai reses II DPRD Provinsi Jabar tahun sidang 2020 di Aula Desa Gunungmanik Kecamatan Tanjungsari, kemarin.

“Yang menjadi permasalahan warga dan keinginan warga di Dapil SMS memang perbaikan sarana infrastruktur jalan, kemudian yang paling urgen adalah masalah sampah. Mereka bingung membuang sampah kemana karena terbatasnya Tempat Pembuangan Sampah,” katanya.

Maka dari itu, lanjut Tedi, DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong agar warga di enam Kabupaten, diantaranya Sumedang, Kab Bandung, Kab Bogor, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan KBB agar bisa membuang sampah ke TPA Legok nangka di Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung.

“Seperti diketahui kan TPA Nagreg itu bisa menampung 2000 sampai 2500 ton sampah per hari. Nah sebelum dibuang diharapkan masyarakat bisa memilah sampah organik dan an organik. Jadi yang sampah organik bisa dijadikan biogas. Agar masalah sampah ini bisa kita selesaikan di enam kabupaten,” katanya.

Namun, lanjut Tedi, keenam Kabupaten itu harus menyiapkan armada truk sampah dan teknik pembuangan atau retribusinya. Makanya, kami sedang membuat regulasinya agar bisa diterapkan di enam kabupaten itu.

“Sampah itu kan sumber banjir, penyakit, dan kotor. Nah yang terpenting bagaimana mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Yang terpenting lakukan hal yang terkecil dulu dari lingkungan rumah dulu,” katanya.

Sementara itu anggota DPRD Sumedang dari PAN Yulianti mengatakan memang kesadaran masyarakat untuk membuang sampah itu sangat kurang. Termasuk pengetahuan warga akan status jalan di daerahnya sangat kurang. Sehingga ada stigma bahwa kewenangan jalan rusak itu ada di dewan.

“Padahal kami tidak memiliki anggaran untuk perbaikan jalan. Namun kami bisa mengusulkan di rapat paripurna dari masukan masyarakat untuk memperbaiki jalan. Tentunya harus diketahui dulu status jalanya apakah jalan desa, Kabupaten atau provinsi. Kalau jalan Kabupaten bisa kami usulkan ke Pemkab Sumedang,” kata Yulianti.

Sementara itu Kepala Desa Gunungmanik Deni Alamsyah sangat mengapresiasi sekali adanya reses di daerahnya. Sebab bisa menyerap aspirasi masyarakat mulai kebutuhan sosial hingga infrastruktur di wilayah Desa Gunungmanik.

“Yang paling urgen, warga meminta sarana infrastruktur jalan yang mulus sebagai upaya meningkatkan ekonomi dan kinerja pemerintah desa. Juga adanya tempat pengelolaan sampah sementara agar tidak menumpuk di TPA,” tandasnya. (imn)

IMAN NURMAN /SUMEKS
RESES II : Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari PAN, Rd Tedi bersama Anggota DPRD Sumedang dari PAN Yulianti saat menggelar reses II Tahun anggaran 2020 di Aula Desa Gunungmanik Kecamatan Tanjungsari, kemarin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed