Tak Berizin, Minimarket Disegel

Tak Berizin, Minimarket Disegel

DISEGEL: Petugas Satpol PP Kabupaten Sumedang saat menyegel salah satu minimarket di bilangan Desa Cikareo Utara, Kecamatan Wado, kemarin. (HERI PURNAMA/SUMEKS)

PEWARTA: eri

Previous Next

WADO – Diduga tak berizin, dua minimarket Alfamart di Kecamatan Wado ditutup paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Sumedang, Rabu (24/8). Sebab, Alfamart di Desa Cikareo Utara, Kecamatan Wado yang baru dibuka dua hari itu tidak bisa memberikan bukti perizinan kepada pihak Pol-PP. Sampai pada akhirnya Alfamart tersebut ditutup untuk sementara sampai bisa menunjukan bukti perizinannya, dan tidak ada pelanggaran yang lainnya.

Kepala Bidang (Kabid) penegakan peraturan daerah, Drs. H. Deddy Surayadi menegaskan, bahwa dua Alfamart yang ditutup tidak bisa menunjukan perizinan yang jelas. Hal itu melanggar peraturan daerah (Perda) No 15, 17 tahun 2011 tentang bangunan gedung, dan segala bentuk tempat usaha itu harus di lengkapi dengan (SIUP).

 “Sebelumnya sudah kami ingatkan untuk tidak melakukan dulu aktivitas sebelum ada perizinan yang jelas dan lengkap, tapi ini tetap membangkang jadi kita tutup saja,” kata dia.

Selain itu, Alfamart yang ada di wilayah Desa Wado yang diduga milik salah satu anggota DPRD Kabupaten Sumedang dapil 5, juga ditutup paksa oleh Satpol-PP karena Alfamart tersebut juga perizinannya diduga belum jelas. Meskipun sudah ada upaya dari pihak pengusaha untuk menutup papan identitasnya, namun  aktivitasnya masih Alfamart, mulai dari seragam karyawan, dan produk yang dijual juga masih berlabel Alfamart.

“Katanya sih izinnya sudah ada tapi kami tidak mendapatkan bukti. Saya juga mendapatkan informasi bahwa Alfamart ini diganti nama dengan toko lain, tapi kami tetap menutupnya karena memang ini melanggar aturan, baik dari segi perizinan maupun dari radius yang ideal. Sebab, Alfamart ini diduga berjarak kurang dari 2000 meter dari pasar tradisional, jadi ini melanggar Perda No 3 tahun 2014,” kata dia.

Tak hanya itu, pihak Pol-PP juga menutup satu Indomart yang berada di Desa Darmaraja, Kecamatan Darmaraja. Indomart yang berkedok toko Ceria ini ternyata setelah diperiksa produk yang di jualnya masih produk Indomart.

Namun pihak Pol-PP tidak menutup salah satu Alfamart yang jaraknya sekitar 100 meter dari Toko Ceria tersebut. Padahal, perizinannya berbeda dengan identitasnya. Dalam perizinan yang diajukan oleh pihak pengusaha disana tertera izinnya untuk CV. Juwita Market, tapi plang papan identitas dan produk yang di jual adalah Alfamart.

Satpol PP menilai, alasan tidak melakukan penutupan Alfamart tersebut, dikarenakan pihak pengusaha sedang ada musibah meninggalnya salah satu keluarganya. Juga pihak pengusaha ada niatan baik untuk segera membenahi perizinannya setelah pemakaman keluarganya itu.

 “Untuk sementara kita tidak menutup dulu Alfamart ini, atas dasar kemanusiaan, dan pemiliknya juga punya niatan baik. Namun jika dalam waktu 14 hari kerja pemilik Alfamart ini tidak bisa membenahi perizinannya kami akan menutupnya,” kata salah satu Kasie dari Pol-PP, Cepi Dien S.

Kepala Desa Cikareo Utara, Entjur Suparman menyebutkan, bahwa Alfamart yang didirikan di wilayah desanya itu sudah mendapat persetujuan dari warga sampai radius 200 meter dari bangunan Toko Ceria tersebut. Mengenai perizinannya sepengetahuan dia memang masih dalam proses.

“Ya kalau memang Alfamart ini melanggar aturan ga apa-apa ditutup. Tapi harus semua yang melanggar aturan ditutup juga, jangan ada tebang pilih,” ucapnya. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.