Sumedang Ekspres

Bacaan Utama Warga Sumedang

sumeks_image

SERAHKAN: Dirut RSUD Sumedang Dr Aceng menyerahkan surat keterangan bahwa 7 pasien karyawan Khatek sembuh dari covid-19 kepada pihak PT Kahatex, kemarin

Tak Kompak, Data Covid dari RSUD Beda dengan Gugus Tugas

SUMEDANGEKSPRES.COM – Pihak RSUD Sumedang dan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sumedang, tidak kompak dalam memberikan data covid-19. Pihak RSUD Sumedang melalui Dirutnya, Dr Aceng Solehudin menyebutkan, masih ada empat pasien lagi yang dikarantina di RSUD.

SUMEDANGEKSPRES.COM – Pihak RSUD Sumedang dan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sumedang, tidak kompak dalam memberikan data covid-19. Pihak RSUD Sumedang melalui Dirutnya, Dr Aceng Solehudin menyebutkan, masih ada empat pasien lagi yang dikarantina di RSUD.

Sementara itu menurut keterangan dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sumedang, per hari Senin (22/6), 10 dari 13 pasien yang terkonfirmasi positif, dinyatakan sembuh. Itu artinya, tinggal tiga pasien lagi.

Data yang dikatakan Dirut RSUD Sumedang itu, disampaikannya di sela-sela penyerahan surat keterangan 7 pasien karyawan PT Khatex sembuh dari covid-19. Di PT Kahatex Dr Aceng menyebutkan, ke-7 pasien positif  asal Kahatex itu sebenarnya dua reaktif positif hasil rapid dan lima hasil swab.

Sehingga, yang benar-benar dinyatakan positif ada lima orang. Namun setelah dikarantina beberapa bulan, akhirnya sembuh dengan dibuktikan surat keterangan sembuh covid-19 dari tim dokter.

Baca juga :

Alhamdulillah!! Sepuluh Pasien Korona Sembuh

“Total yang masuk daftar gugus tugas dan dikarantina di RSUD ada 13 orang, termasuk yang dari Kahatex. Alhamdulillah semuanya sembuh, tinggal empat pasien lagi asal Sumedang Utara, Ujungjaya dan Darmaraja,” tandasnya.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sumedang, Iwa Kuswaeri menyebutkan, 10 dari 13 pasien terkonfirmasi positif, dinyatakan sembuh.

Mereka berasal dari Kecamatan Darmaraja, Jatinangor, Tanjungsari, Sumedang Selatan, Buahdua, Ujungjaya dan Kecamatan Cimanggung. Sementara terkait hasil pemeriksaan rapid test, untuk hari kemarin, tidak ditemukan kasus reaktif rapid.

“Sehingga, jumlah total reaktif rapid test sebanyak 71 orang. 68 orang dinyatakan selesai dan 3 orang meninggal dunia,” katanya.

Dikatakan Iwa, hasil rapid test reaktif, belum tentu positif terpapar covid-19.

“Untuk membuktikannya, harus dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction (PCR) atau swab,” ujarnya.

Bahkan Iwa juga menyampaikan, pasien yang meninggal dunia dengan status reaktif rapid test, walaupun belum tentu positif covid-19, namun pemulasaraannya dilaksanakan menggunakan standar protokol pemulasaraan pasien covid-19.

“Tujuannya, untuk melindungi masyarakat terpapar covid-19 bila ternyata jenazah yang bersangkutan positif covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 PT Kahatex, Tamami mengatakan, sebanyak 7 pasien positif covid-19 itu, lima orang berasal Kabupaten Sumedang dan dua orang asal Kabupaten Bandung.

“Setelah beberapa kali swab dan sekitar 3 bulan dikarantina sejak dinyatakan reaktif, alhamdulillah ketujuh pasien covid-19 asal Karyawan PT Kahatex dinyatakan sembuh,” kata Tamami kepada wartawan usai konperensi pers, kemarin.

Setelah Pemkab Sumedang mengumumkan PSBB dan darurat covid-19, PT Kahatex langsung menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Bahkan memasang tiga titik CCTV scaner seperti di bandara. Tak hanya itu, diwajibkan memakai masker kepada siapa saja yang memasuki kawasan Kahatex.

“Setelah diberlakukan PSBB atau harus mengurangi jumlah karyawan, Kahatex juga sudah merumahkan sekitar 16.000-an karyawan, agar tidak terjadi kerumunan massal,” katanya.

Kabag Umum Kahatex Luddy Sutedja mengatakan kronologis ketujuh karyawan Kahatex itu terpapar Korona. Mereka mengikuti acara keagamaan di Gereja di Bandung. Sebanyak 27 karyawan Kahatex ikut terlibat. Dan dari 27 itu, semuanya langsung menjalankan rapid test.

“Dari ke-27 itu, setelah beberapa kali di rapid dan swab, keluar 7 reaktif rapid. Kemudian, kami isolasi mandiri di mess Kahatex dengan pengawalan dokter poliklinik Kahatex dan dari RSUD Sumedang,” jelasnya.

Dari tujuh orang itu, terus dilakukan perawatan intensif oleh kedua tim dokter. Kemudian, yang dua dinyatakan negatif dan sudah dulu sembuh dan dipulangkan. Sementara sisa lima terdiri dari empat orang asal KTP Sumedang yang tinggal di Mess Citangulun Kecamatan Jatinangor dan satu orang asal KTP Kabupaten Bandung.

Pihaknya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam penanganan karyawan Kahatex yang terpapar korona. Termasuk Pemerintah Kecamatan Jatinangor dan Cimanggung, yang menerima kembali pasien sembuh di lingkungan masing-masing. (imn/nur)