Takaran Raskin Dikurangi

TUNJUKKAN: Staf Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor menunjukkan karung beras raskin yang rusak, belum lama ini. Rusaknya karung beras itu diduga menjadi penyebab takaran berkurang. DOK.IMAN/SUMEKS

PEWARTA: HERI PURNAMA

SITURAJA – Sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Situraja mengaku heran terkait adanya pengurangan takaran (timbangan) beras miskin (raskin) dari Badan Usaha Logistik (Bulog) yang dikirim ke desa-desa di Kabupaten Sumedang.

Kepala Desa Karangheuleut Kecamatan Situraja, N. Rodiah mengimbau kepada perangkat desanya untuk mewaspadai pengiriman beras miskin (raskin). Sebab, saat ini adanya keluhan dari salah satu desa lain yang ada di Kecamatan Situraja bahwa raskin yang dikirim ke desanya mengalami penyusutan timbangan.

“Di desa saya dan desa lain ada jatah raskin yang timbangannya kurang, bahkan dikalkulasikan sampai puluhan kilo gram. Saya tidak mau hal itu terjadi kepada kita,” ucapnya kepada Sumeks, dalam rapat minggon desa beberapa waktu lalu.

Dia menegaskan kepada perangkat desa, untuk tidak segan-segan bertindak kritis kepada petugas raskin. Untuk antisipasinya ada dokumentasi foto saat penurunannya.  “Ya kalau perlu setiap pengiriman, diambil gambarnya mulai dari gambar petugas sampai mobilnya,” ucapnya.

Hal itu dilakukan, kata dia, karena kalau sampai terjadi kecurangan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, masyarakat yang menerima raskin justru akan menyalahkan kepada pihak desa.

“Kalau masyarakat pasti menyalahkan pihak desa, kalau mereka tidak tau kronologisnya,” ucapnya.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Wado setelah dikonfirmasi kepada salah satu kepala desa yang ada di kecamatan tersebut, menyebutkan bahwa di desanya sampai saat ini masih belum ada temuan kecurangan yang dilakukan oknum.

 “Sampai saat ini, saya selalu mengontrol beras miskin, timbangannya tidak ada masalah,” kata Kepala Desa Sukajadi, Dede Suhendar.

Namun, dia menilai memang sudah semestinya pihak desa selalu waspada terhadap oknum tersebut. Antisipasi harus selalu diterapkan, agar jika ada temuan yang tidak sesuai bisa langsung menindak lanjutnya dengan bukti-bukti yang kuat. “Tidak ada salahnya kalau kita antisipasi,” pungkasnya. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.