Tanah Terkena Tol Cisumdawu Diaku Ahli Waris Belum Dibayar

KOTA – Sebuah plang terbuat dari bambu tertanam di area tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) di Betulan Desa Jatihurip, Kecamatan Sumedang Selatan. Plang yang ditulis tangan dengan cat berwarna putih itu bertuliskan: TANAH INI 112 M BELUM DIBAYAR.

Tidak diketahui siapa yang memasang plang tersebut. Berdasarkan informasi diperoleh kawasan itu telah dibebaskan sejak 2016 lalu, dan dinyatakan telah selesai. Letak plang berada persis  di atas tanah Atang alias Babeh di Blok Pasir Cacing, tepat disamping jembatan Tol Cisumdawu yang menuju jalan Perumahan Jatihurip.

Sebagai informasi, jembatan tol ini terbilang baru, karena sebelumnya merupakan jalan biasa. Setelah jembatan selesai akhirnya dialihkan ke jembatan baru sehingga bisa dilalui kendaraan.

Setelah dilakukan penelusuran pada sejumlah narasumber. Ada yang menyebutkan pemasangan patok dilakukan pada Selasa (10/9) pagi.

Kepala Desa Jatihurip Deden membenarkan adanya pengaduan  dari anak pemilik tanah atas nama ayahnya. Dia menurut Deden, datang ke desa mempertanyakan perihal status tanah tersebut.

“Sepengetahuan saya tanah yang berada di row itu sudah dibebaskan. Sudah dibayar, namun sepengetahuan saya tanah yang pa Atang ahliwarisnya dikuasakan kepada sodara Asep. Asep itu saya kurang tahu, lupa, apakah itu saudaranya, adiknya atau kakaknya yang jelas para panitia dari kuasa masyarakat sampai ke kuasa pembebasan tanah. Saya mengintruksikan dan mengimbau, jangan ada yang terlewat baik itu tanaman, bangunan ataupun tanah dari tahun pembebasan awal dari sekian tahun ke belakang,” jelas Deden.

Menurut dia, setelah pembebasan sudah tidak ada kendala. Dia sendiri mempertanyakan kenapa pemilik tanah tersebut baru mempermasalahkannya sekarang.

“Sebenarnya itu menurut kami selaku pemerintahan desa tanah tersebut yang ada di row, berarti sudah dibebaskan. Kenapa tiba tiba ada tulisan tanah ini belum di bayar,” imbuhnya.

Dia menduga ada kemungkinan hal itu terjadi karena miskomunikasi di antara ahli waris.

“Menurut pengetahuan kami kalau yang di dalam row itu sudah di bebaskan. Mungkin antara para pihak para ahliwaris kemungkinan tidak ada komunikasi dengan baik,” jelasnya.

Disinggung apakah pihaknya akan melakukan konfirmasi terkait kejadian tersebut. Sejauh ini sebut Deden, pihaknya belum melakukan pemanggilan karena belum ada aduan secara resmi.

“Kalau dari pemerintah desa belum ada pemanggilan, karena dari pihak yang bersangkutan belum ada pengaduan. Baru kemarin datang dari pihak anaknya Pak Atang mengutarakan ke saya di sini masih ada menurut pengakuanya, masih ada tanah yang belum dibebaskan,” pungkasnya. (ign)

Ikuti Kami di Sosial Media:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.