Tangkal Radikalisme-Terorisme di Masyarakat

SUKASARI – Bertempat di Masjid Jami’ Al-Falah Kampung Cikeuyeup Hilir Desa Sindangsari Kecamatan Sukasari, telah diselenggarakan kegiatan seminar yang bertemakan “Mengenal dan Menangkal Paham Radikalisme-Terorisme di Masyarakat”, Minggu (21/7).

Hadir pada acara tersebut, ta’mir masjid, tokoh agama dan aparatur pemerintahan dengan kehadiran para peserta dan tamu undangan sekitar 100 orang laki-laki dan perempuan dengan narasumber, Kurnia Widodo, ST.

Acara ini, dibuka Ketua MUI  Desa Sindangsari selaku Ketua Panitia, yaitu Ustadz Nandi Suwandi, S.Pd.I sekaligus menekankan pentingnya acara yang diselenggarakan  bagi peserta, dengan  memperkenalkan Ustadz Nandi Suwandi, S.Pd.I, selaku Ketua MUI Desa Sindangsari.

Dalam sambutanya Ketua MUI Kecamatan Sukasari, Ustadz H. Asep Sopyan SH menyampaikan, semuanya sudah harusnya menjadi solusi bukan nenjadi polusi. “Kalau kita tidak mengenal atau berusaha tahu tentang radikalisme, terorisme, bisa-bisa kita yang terjerembab. Jangan cuma didatangi atau pasif, tapi harus aktif atau open keluar,” katanya.

Semntara itu, Kurnia Widodo, ST turut menyampaikan bahwa modus kelompok radikal dalam menyebarkan pahamnya, di antaranya dengan menggunakan dalil-dalil lemah tentang keadaan akhir zaman  (eskatologi). Seperti dalil datangnya kelompok yang membawa panji hitam yang akan menyambut imam mahdi.

Padahal, kata dia, hadis-hadis tentang panji hitam ini semua derajatnya dapat disebut dlo’if (lemah) bahkan mungkar. Dan bahwa mayoritas masyarakat tidak bertauhid yang benar, bahkan negara ini sudah pasti negara thaghut atau negara kafir dan aparatnya terutama polisi dan tentara adalah anshar thaghut (penolong setan) yang divonis murtad.

Menurutnya, mendakwahkan demokrasi adalah sebuah agama syirik. Sampai-sampai, mencoblos dalam pesta demokrasi menyebabkan pelakunya menjadi musyrik atau murtad. Apalagi yang terlibat di dalam parlemen, adalah thaghut.

“Kelompok teror juga mengklaim sudah berdiri khilafah dan wajib berbaiat kepada khalifahnya, dalam hal ini pimpinan ISIS, Abu Bakar al baghdadi. Dampak dari pemahaman radikal-terorisme ini memgakibatkan munculnya wanita sebagai “pengantin” dalam melakukan bom bunuh diri. Salah satu contohnya kasus Dian Yulia Novi, yang pernah chat dengan Bahrun Naim (pentolan ISIS asal indonesia yang ada di Suriah), Dian bertanya apakah boleh wanita melakukan istisyahidah (pelaku bom bunuh diri), dijawab Bahrun, di sini (Suriah) banyak lelaki yang perkasa sedangkan di sana (Indonesia) sangat langka, maka dibolehkan wanita melakukan hal itu,” kelasnya.

Akibat adanya media sosial maka radikalisasi, lanjut dia, dapat cepat sampai pelosok dan pelakunya pun cepat teradikalisasi dalam waktu singkat. Contoh lainya, Anggi. Teroris wanita yang ditangkap pada Agustus 2017 di Antapani, awalnya adalah seorang buruh lepas di Hongkong. Pada Desember 2016 dia baru berjilbab, dan tak lama dia memvideokan dirinya berbaiat kepada amir ISIS sambil mengibarkan panji hitam. Akibatnya, lanjutnya, dia ditangkap aparat Hongkong dan dideportasi pada Maret 2017, pada April 2017 dia bebas, lalu tak lama kemudian pada Agustus 2017 ditangkap bersama kelompoknya karena ingin meledakkan PT Pindad.

“Selain itu, contoh lainya adalah Kurnia Widodo yang lulusan ITB tahun 2.000 itu mengaku keluar dari paham radikalisme karena sikap-sikap kelompoknya yang mudah sekali mengkafirkan bahkan terhadap teman kelompoknya yang dianggap sudah tidak loyal lagi atau dianggap sudah melemah keingkarannya kepada thaghut. Kemudian kelompoknya tidak memiliki langkah-langkah politik dalam berjuang hanya modal semangat belaka, dan menganggap sikap negosiasi sebagai suatu keharaman bahkan melanggar tauhid. Lalu dia bertemu dengan para korban bom yang menceritakan penderitaan yang mereka derita akibat musibah tersebut, namun para korban justru memaafkan para pelaku yang menyebabkan timbulnya empati pada diri Kurnia,” tukasnya. (kos)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.