oleh

TBC Menahun, Ending Pilih Gandir

SITURAJA – Ending (55), warga RT 04, RW 03, Dusun Sukatali, Kecamatan Situraja ditemukan tewas, Selasa (21/6) sekira pukul 16.00. Jasad korban kali pertama ditemukan istrinya, Mariah (49), yang saat itu mencarinya.

Menurut keterangan istri korban, Mariah, diakui jika suaminya sudah lama mengidap penyakit TBC yang tak kunjung sembuh. Bahkan pada sebelum kejadian yang mengenaskan itu, istri korban bermaksud untuk membawanya berobat. Ketika istri korban pulang menyewa mobil dari warga sekitar, ternyata suaminya sudah ditemukan tewas tergantung di pojok rumahnya menghadap ke arah timur.

“Saya menemukan suami saya itu, saat pulang menyewa mobil. Maksudnya mau dibawa berobat ke rumah sakit karena penyakit yang dideritanya sudah parah,” kata Mariah kepada Sumedang Ekspres, kemarin.

Senada dikatakan warga lainnya Aam. Ia menyebutkan semasa hidupnya, Ending menderita penyakit paru-paru menahun. Diduga karena penyakitnya kambuh, ia mengahiri hidupnya dengan jalan menggantung diri dengan seutas tali tambang berwarna biru, tepat dipojok luar dapur rumahnya.

“Padahal saat itu, menurut keluarganya dia itu akan dibawa ke rumah sakit untuk diobati,” kata Aam, warga setempat pada Sumeks, saat di lokasi kejadian.

Akibat kejadian itu sontak membuat geger warga di sekitar lokasi kejadian, mereka berduyun-duyun menuju lokasi yang berada di sekitaran kebun sawo.

Tidak ada hal-hal yang mencurigakan saat Ending ditinggalkan sendiri di rumah. Saat itu, istri beserta keluarga lainnya tengah mencari mobil angkutan umum untuk membawanya ke rumah sakit. Sayang, begitu tiba di rumah ia tak menemukan korban. Istrinya pun melakukan pencarian, dan ia kaget begitu melihat ke pojok luar dapur rumahnya didapati suaminya sudah tergantung dengan seutas tali tambang. Sementara di bawahnya terdapat dua buah kursi, yang diduga tempat pijakan korban sebelum mengahiri hidupnya.

Begitu mendapat laporan Kepolisian Sektor Situraja, dipimpin langsung Kapolsek Situraja, Kompol Dani Sunardi, langsung menyambangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim kesehatan dari Puskesmas Situraja.
“Menurut pengakuan dari pihak keluarga memang semasa hidupnya korban menderita sakit paru-paru kronis yang menahun. Bahkan sebelum bunuh diri, dia itu akan dibawa pihak keluarga untuk berobat ke rumah sakit,” kata Kapolsek Situraja, Dani Sunardi.

Dikatakan dia, dari hasil pemeriksaan autopsi luar tidak ada kekerasan. Selain itu pihak keluarga pun enggan untuk melakukan autopsi dalam. Pihak keluarga, sebut Dani, sudah menerima kejadian itu sebagai bagian dari takdir.
Usai dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian dan tim medis dari Puskesmas Situraja, pihak keluarga dan masyarakat melanjutkan pada proses pemulasaran jenazah. (ign/eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed