Senin, 3 Agustus 2020

Sumedang Ekspres

Bacaan Utama Warga Sumedang

Tega, Kakek Cabuli Cucu Sendiri

KOTA – Tak patut ditiru, seorang kakek berusia 71 tahun di Kecamatan Tanjungkerta tega mencabuli cucunya sendiri. Perbuatan bejat itu terungkap setelah orang tua korban yang tak lain anak pelaku melaporkan kejadian itu kepada Polisi.

Informasi yang dihimpun Sumedang Ekspres, pelaku tega mencabuli cucunya sendiri lantaran tak tahan melihat tubuh Bunga (nama samaran) yang menginjak bangku SMP itu. Korban, curhat kepada gurunya akan perbuatan kakeknya itu yang telah menggeragahinya pada 12 Maret 2016 lalu. Tak kuasa mendengar curhatan anak didiknya, guru korban melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya.

Namun kejadiannya baru dilaporkan belakangan ini karena pertimbangan korban harus menyelesaikan dulu sekolah di SMP. Mengingat saat itu korban akan melaksanakan ujian nasional.

Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Hadi Mulyana membenarkan ada pengaduan kekerasan seksual tersebut yang dilakukan tersangka SSP alias Sol (71) terhadap cucunya sendiri. Perkara kekerasan seksual ini dilaporkan oleh orang tua korban setelah mendapat laporan dari guru korban di SMP.

“Setelah diperlakukan tidak senonoh, korban curhat kepada guru di sekolah sehingga guru itu pun memberi tahu orang tua korban. Tetapi guru itu meminta supaya kasus  ini dilaporkan ke polisi setelah korban mengikuti dulu ujian. Guru itu meminta pula kepada orang tua korban agar nama sekolah jangan dibawa-bawa,” kata Hadi kepada Sumeks, kemarin.

Menurut keterangan pelaku, perbuatan keji itu sebelumnya pernah dilakukan pada tahun 2010 lalu. Tetapi saat itu pelaku hanya meraba-raba. Dan kejadian tahun 2010 itu sebenarnya sudah dilaporkan kepada neneknya. 

Sontak, neneknya langsung menegur kelakukan suaminya. Sebab, saat itu cucunya sudah beranjak besar. “Jangan diraba-raba, Pamali,” kata Hadi menirukan suara nenek itu.

Namun, bukannya malu, si Kakek malah marah-marah kepada istrinya. Bahkan cucunya itu “didegungkeun” (dijorokin) sampai terjatuh. Tersangka membentak sehingga korban menjadi takut (trauma).

Sejak kejadian itu, tersangka ini sering meraba-raba badan korban dan korban diam karena takut. Puncaknya, terjadi pada tanggal 12 Maret itu korban disetubuhi tersangka.

Pelaku, kata Hadi, diancam hukuman 5 sampai 15 tahun penjara. Sebab melanggar pasal Pasal 82 UU 35/2014. Yang berbunyi ‘Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Orang Tua, Wali, pengasuh Anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (her)