Tegar Hadapi Thalasemia Bersama JKN-KIS

SUMEDANG – Melani (12) tersenyum ramah saat Tim Jamkesnews BPJS Kesehatan datang mengunjunginya, Senin (25/02) silam. Siswi kelas I SMP Tanjungsari Sumedang ini sedang menunggu untuk mendapat tindakan transfusi darah di RSUD Sumedang bersama ibunya, Nani Suryani (42). Melani adalah salah satu pasien thalassemia yang rutin mendapatkan transfusi darah setiap 2 minggu satu kali.

“Dia harus transfusi darah sejak kecil, sejak usia tiga tahun,” ujar Nani sambil duduk mendampingi sang anak.

Nani menyampaikan bahwa pada saat Melani pertama kali dinyatakan menderita thalassemia belum ada JKN.

“Waktu itu masih tahun 2010, anak saya dinyatakan sakit thalassemia dan harus ditransfusi, biayanya sudah diatas 1,5 juta rupiah setiap transfusi, belum lagi obatnya yang harganya berjuta-juta juga, berat sekali untuk kami,” keluh Nani.

Ayah Melani, Ara Suhara adalah penjual oncom yang penghasilannya tidak tetap. Untuk biaya kesehatan Melani sempat mendapatkan bantuan dari Yayasan Thalasemia. Pada Januari 2014 saat JKN-KIS diluncurkan, dibantu oleh petugas di Poli Thalasemia RSUD Sumedang, Melani didaftarkan sebagai peserta JKN-KIS. Dengan mendaftar kelas 3 dan rutin membayar iuran, Melani bisa terus mendapatkan pelayanan kesehatan dan transfusi darah.

“Sejak daftar jadi peserta JKN-KIS, saya tenang setiap kali Melani perlu transfusi darah, saya tidak perlu memikirkan biaya lagi selain untuk ongkos di jalan saja. Saya sangat bersyukur dengan program ini. Yang bisa saya lakukan sekarang adalah membayar iuran tepat waktu, mengajak tetangga serta keluarga untuk ikut daftar BPJS Kesehatan dan jangan menunggak iuran,” kata Nani.

Selama menggunakan kartu JKN-KIS, Nani menyampaikan tidak pernah ada kendala.

“Kadang saya suka heran jika ada yang bilang pakai JKN-KIS susah, tidak dilayani dengan baik. Selama Melani berobat menggunakan kartu JKN-KIS, rasanya saya belum pernah mengalami masalah. Mulai dari Puskesmas dan rumah sakit semua lancar. Apalagi petugas di poli thalassemia ini, kami sudah seperti keluarga, mungkin karena sering berobat bertahun-tahun,” Nani menambahkan.

Nani berharap program ini bisa terus berkelanjutan dan pelayanannya semakin baik. Nani menyadari bahwa banyak sekali masyarakat yang telah merasakan manfaat dari JKN KIS ini. Semua teman-teman Melani yang juga menderita thalassemia di RSUD Sumedang menggunakan kartu JKN-KIS.

“Saya sangat berterimakasih kepada BPJS Kesehatan dan peserta lain yang dengan iurannya telah membantu biaya pengobatan Melani. Berkat JKN-KIS, Melani masih bisa merayakan ulang tahunnya yang ke 13 Juli lalu dan saya bisa melihatnya pergi ke sekolah setiap pagi. Jangan biarkan program ini terhenti, karena kami sangat membutuhkannya,” ungkap Nani penuh harap. (rls bpjskes)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.