oleh

Tes Masif di Pasar Tradisional Layak Diapresiasi

SUMEDANGEKSPRES.COM – Pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, telah menempuh berbagai cara. Salah satu upaya yang dilakukan, menghindari kerumunan masyarakat.

Karena virus itu , menyebar di pusat-pusat kerumunan. Berkenaan dengan hal itu, pemerintah terus memetakan potensi kerumunan.

Seperti di pasar tradisional, pemerintah sudah berencana untuk melakukan tes masif untuk pedagang. Melalui tes tersebut, dimaksudkan dapat diketahui penyebaran virus.

Rencana tersebut, layak diapresiasi agar pasar tradisional sebagai salah satu sarana untuk menopang ekonomi rakyat, dapat steril dari wabah Covid-19.

Hal ini, diungkapkan Wakil Ketua Komisi II DPRD Jabar, Heri Ukasah Sulaiman dalam keterangannya kepada media baru-baru ini.

Heri memaparkan dukungan penyelenggaraan tes masif di pasar tradisional, juga dimaksudkan agar kesehatan rakyat dapat terjamin.

“Jika rakyat sehat, tentunya kondisi ekonomi juga akan terus membaik. Kondisi faktual, dari peninjauan di lapangan seperti Pasar Dangdeur Kabupaten Bandung, aksi kerumunan masih terjadi. Target agar masyarakat sehat baik pedagang maupun pembeli , jika hal ini dibiarkan, berpotensi terancam,” katanya.

Menyikapi kondisi ini, untuk pencegahan wabah Covid-19 di pasar tradisional, tak hanya sebatas tes masif saja. Selain itu, harus juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat yang datang di pasar tradisional.

“Masyarakat melalui sosialisasi tersebut,  dapat mengetahui perihal protokol kesehatan untuk mencegah wabah Covid-19. Keberadaan pasar tradisional yang beroperasi di Jabar cukup banyak. Jika tes masif harus dilaksanakan di pasar tradisional, itu harus sampling,” tuturnya.

Kendati dilakukan secara sampling, biaya yang dibutuhkan cukup besar. Berkenaan dengan biaya, saat ini tak menjadi persoalan, asal rakyat bisa terjaga dalam kondisi sehat.

“Berkenaan dengan penanganan Covid-19, secara keseluruhan yang tersebar di berbagai gugus tugas,” ujar Heri seraya harus dilaksanakan orang yang profesional. (nur/adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed