Tiap Hujan, Marongge Banjir

Tiap Hujan, Marongge Banjir

DIRENDAM BANJIR: Seorang warga melihat areal pesawahan di Desa Marongge Kecamatan Tomo yang terendam banjir. (DOK SUMEKS)

PEWARTA: ATEP BIMO ARIO SUTEJO/SUMEKS

15 Hektar Lahan Pertanian Terganggu

SUMEDANG – Kepala Desa Marongge Kecamatan Tomo Toto mengatakan, banjir akan terus terjadi di wilayah desanya selama musim hujan berlangsung. Kejadian itu rutin terjadi setiap tahun pada setiap musim hujan.

“Hampir setiap tahun terjadi banjir di wilayah Desa Marongge selama musim hujan. Hal itu disebabkan tidak lancarnya aliran air sungai dari hutan yang masuk ke wilayah pemukiman warga,” ujar Toto saat memulai obrolannya, kemarin (1/3).

Toto menambahkan, aliran sungai terganggu akibat adanya pendangkalan sungai. “Sehingga air meluap ke lahan pertanian, jalan desa dan sebagian pemukiman warga,” tambahnya.

Terkait langkah yang sudah dilakukan pihak pemerintah Desa Marongge, Toto menuturkan, pihaknya hanya bisa mengimbau warga agar tetap waspada. Karena pencegahan dan penanganan banjir, bukan merupakan wewenangnya.

“Kami hanya bisa mengimbau warga agar tetap waspada. Apalagi setiap terjadi hujan deras dan berlangsung lama, banjir dipastikan akan datang,” jelasnya.

Dikatakan Toto, selama musim hujan tahun ini berlangsung, sekitar 15 hektar lahan pertanian milik warga terganggu. “Para petani mengalami kerugian cukup besar pada lahan pertanian mereka,” tandasnya.

Dijelaskan, biasanya hasil pertanian yang dikirim ke beberapa daerah jumlahnya cukup besar. Dalam sehari, produk sayuran dari Desa Marongge yang dikirim ke Bandung dan Majalengka ini memcapai ton-an.

Adapun hasil pertanian dari Desa Marongge ini, di antaranya cabai, kubis, labu, tomat, kentang, wotel dan jenis sayuran lainnya.
“Kalau banjir terus-terusan seperti ini, petani kami bisa rugi hingga ratusan juta rupiah. Untuk itu, kami berharap Pemkab Sumedang bisa segera membantu mencari solusi dalam menangani permasalahan banjir di wilayah desa kami ini. Mudah-mudahan banjir di Desa Marongge segera diatasi dan dicegah dengan menormalisasi selokan itu,” tutupnya. (atp)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.