Tiga Desa Terancam Terisolir

Tiga Desa Terancam Terisolir

TUNJUKAN LOKASI: Seorang warga menunjukkan genangan air yang nyaris memutuskan akses jalan di Blok Anggaranu, Desa Sirnasari, Kecamatan Jatinunggal, (18/3). (HERI PURNAMA/SUMEKS)

PEWARTA: HERI PURNAMA/SUMEKS

**Jaling Timur Jatigede Masih Dikerjakan

JATIGEDE – Tiga desa di Kecamatan Jatinunggal terancam terisolir. Hal itu lantaran jalan penghubung, tepatnya di Betulan Jembatan Anggaranu, Desa Sirnasari, hampir terendam air permukaan waduk Jatigede yang terus naik.

Tiga desa yang terancam tersebut, yakni Desa Ciranggem, Cisampih dan Mekarasih. Padahal dikatakan warga, jalan tersebut merupakan jalan alternatif, namun menjadi jalan utama penghubung tiga desa tersebut.

Salahseorang warga Desa Mekarasih, Sihabudin membenarkan hal itu. Dikatakan dia, meskipun jalan anggaranu secara fisik dalam kondisi buruk. Namun, kesehariannya jalan tersebut menjadi lintasan utama warga untuk masuk ke wilayah Desa Sirnasari, Kecamatan Jatinunggal. Selain kondisinya yang buruk, jalan tersebut terbilang sempit untuk dilalui kendaraan.

”Jalan ini satu-satunya akses untuk kami beraktivitas, ada juga jalan lain selisih perbandingan jaraknya sekitar 2,5 kilometer,” kata Sihabudin pada Sumeks, kemarin (17/3).

Dia mengaku khawatir jika jalan tersebut sampai terendam permukaan air bendungan Jatigede yang terus naik. Jika jalan tersebut sampai terendam, menurutnya hal itu akan berdampak ke menurunnya perekonomian masyarakat dan terganggunya aktivitas pendidikan.

”Dampaknya akan sangat buruk, kalau sampai jalan itu tergenang,” imbuhnya.

Dikatakan dia, warga berharap meski akses jalan itu sudah dibebaskan, untuk sementara waktu sebelum jalan lingkar dituntaskan maka diupayakan jalan tersebut tidak digenangi air.

”Kalau jalan lingkar sudah selesai, kami tidak akan mempermasalahkan jalan tersebut digenang. Sebab, memang sudah dibebaskan,”ucapnya.

Selama ini, pasca digenangnya waduk tersebut akses-akses vital yang merupakan akses penunjang bagi kehidupan di tiga desa tersebut dilumpuhkan. Akhirnya warga harus menggunakan akses yang saat ini nyaris terendam. Bahkan untuk menuju kantor kecamatan Jatigede saja, warga dan pemerintah desa harus menempuh jarak yang sangat jauh melewati beberapa kecamatan lain yang ada di wilayah timur Sumedang.

”Selama ini kami sudah terisolir, masa sekarang kami harus menambah penderitaan lagi,” kata dia. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.