Tim Arkeologi Cek Pondasi Situs Bata Rai

Tim Arkeologi Cek Pondasi Situs Bata Rai

GALI PONDASI: Tim Arkeologi dari Balai Arkeologi Jawa Barat mencoba menggali tanah lagi untuk mengetahui pondasai dari situr tersebut. (ASEP HERDIANA/SUMEKS)

PEWARTA: ASEP HERDIANA/SUMEKS

KOTA – Tim Arkeologi dari Balai Arkeologi Jawa Barat terus melakukan penelitian terhadap Situs Situs Bata Rai di Desa Mekarjaya Kecamatan Sumedang Utara.

“Ini adalah bangunan pertahanan. Dengan penggalian lahan seperti apa yang dipakai. Untuk itu kita harus melihat pondasinya,” ungkap Ketua Tim Arkeolog Octaviadi Abrianto, saat dikonfirmasi, kemarin (8/8).

Dia mengungkapnan, bagian atas dari bangunan tersebut merupakan pos jaga. Sementara itu sebelumnya, dibersihkan oleh masyarakat. “Awalnya dibersihkan masyarakat dan dinas melaporkan ke kami,” katanya.

Octaviadi menuturkan, rencananya pihaknya akan melakukan20 hari kerja. Di sini (lokasi situs), akan melakukan penggalian dan mencari konstriksi bangunannya seperti apa.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Mekarjaya Dudung Suryana menyebutkan, lokasi tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi tempat destinasi wisata desa.

“Dengan harapan, dapat meningkatkan perekonomian warga yang sebagian besar menjadi petani, di antaranya petani penggarap lahan milik desa,” tuturnya.

Area benteng pertahanan Belanda ini, kata Dudung, berada di tanah kas milik Desa Mekarjaya. “Ada sekitar 30 hektar tanah desa yang sekarang digarap warga,” ucapnya.

Rencananya, lahan seluas itu akan dijadikan tempat wisata. “Untuk menempuh perjalanan ke Situs Bata Rai, kita akan buat dua akses jalan, trek untuk kendaraan serta trek bagi pejalan kaki berupa anak tangga,” ucapnya.
Bahkan dengan ketinggian sekitar 700 Mdpl, lokasi tersebut sangat cocok untuk dijadikan trek paralayang, gantole, trek off road dan bumi perkemahan.

“Kita buatkan booth yang menjual aneka macam makanan oleh-oleh atau cindramata,” katanya.
Pihaknya pun, akan memberdayakan warga sekitar untuk berjualan di tempat itu. Untuk mewujudkan desa wisata di wilayahnya itu, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 2 sampai 3 miliar.
“Jika semua itu terwujud, Situs Bata Rai akan melengkapi tempat wisata di Sumedang,” tegasnya. (her/nur)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.