Timsus 1901 Sempat Disoroti

Timsus 1901 Sempat Disoroti

BERI KETERANGAN: Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Sumedang, Ade Sunarya tengah diwawancara awak media di kantornya.(IST)

PEWARTA: ATEP BIMO AS/SUMEKS

**Bawaslu: Selama Ini Tak Ada Pelanggaran

KOTA – Tim Khusus 1901 (Tim Pemenangan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor 01) yang terdiri dari para mantan penyelenggara pemilu, menjadi sorotan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumedang.

Kemunculan Timsus 1901 itu, awalnya dirasa riskan akan terjadinya serangkaian pelanggaran (etika penyelenggara). Tetapi hingga kini, Bawaslu Kabupaten Sumedang masih belum menerima adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan Timsus 1901.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Sumedang, Ade Sunarya mengatakan, terkait dengan tugas-tugas pencegahan, pengawasan dan penindakan, sumber dugaan pelanggaran itu kan dari temuan dan laporan. Tapi itu belum ada temuan dan laporan.

“Dan hingga saat ini, kami dari sisi pencegahan dan pengawasan tetap konsisten tidak ada hal yang perlu untuk ditingkatkan,” ujar Ade kepada Sumeks, Rabu (6/2) lalu.

Di luar itu, Ade tidak mempermasalahkan adanya sejumlah mantan penyelenggara pemilu (KPU, PPK, Panwaslu) yang berubah haluan menjadi tim sukses salahsatu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

“Sebenarnya baru kemarin kami tahu mantan komisioner KPU, Panwaslu dan PPK itu jadi tim sukses salahsatu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Ya, itu kembali kepada pribadi masing-masing untuk berpolitik praktis,” jelasnya.

Ade melanjutkan, hal itu tidak ada masalah. Namun pihaknya, akan memantau perkembangan media, baik media sosial atau media massa jika ada pertanyaan dari beberapa masyarakat.

“Misalnya, kok mantan KPU jadi tim sukses. Apakah ini dilakukan sebelum-sebelumnya atau memang baru setelah tidak lagi menjabat sebagai penyelenggara pemilu,” terangnya.

Namun demikian, Ade juga mengaku tidak ada kekhawatiran dengan adanya Tim Khusus 1901 yang dimotori oleh mantan ketua KPU Kabupaten Sumedang.

“Justru ada sisi positifnya, mereka lebih paham tentang regulasi kepemiluan. Dan kami juga di lapangan terus berkoordinasi terkait tugas-tugas kepengawasan. Kalau dari Bawaslu, kami sangat yakin baik itu mantan penyelenggara pemilu, Panwascam atau PPK bekerja sesuai regulasi,” tuturnya.

Dikatakan Ade, terkait penegakan kode etik penyelenggara pemilu, diatur dalam Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum dan Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilihan Umum. Penyelenggara Pemilu perlu dijaga integritas dan kredibilitasnya.

Menurutnya, setiap pelanggaran terhadap prinsip-prinsip penyelenggara pemilu yang menjadi pedoman perilaku penyelenggara pemilu dapat merusak integritas dan kredibilitas proses dan hasil pemilu.

“Oleh karena itu, setiap pelanggaran harus ditangani secara beradab melalui saluran konstitusional. Mengadu ke DKPP adalah salah satu cara menjaga agar penyelenggara pemilu terjaga kredibilitas dan integritasnya,” jelasnya.

Ade menuturkan, setiap penyelenggara pemilu yang akan terjun ke dunia politik praktis wajib mengundurkan diri dari penyelenggara pemilu. Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 diatur tentang persyaratan menjadi calon penyelenggara pemilu. Diantaranya berbunyi ‘mengundurkan diri dari keanggotaan partai politik sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun pada saat mendaftar sebagai calon’.

“Hal ini merupakan masa ‘Iddah’ bagi pelaku politik praktis apabila hendak mencalonkan diri menjadi penyelenggara pemilu. Saya memahami ketentuan tersebut seluas-luasnya, yaitu walaupun tidak terlibat dalam keanggotaan partai politik, setiap orang yang terlibat dalam kegiatan politik praktis apakah dia tim sukses, relawan, dan apalah namanya, maka berlaku bagi dia masa “Iddah” apabila mendaftarkan diri menjadi penyelenggara pemilu. Secara etika, seperti itu,” pungkasnya. (atp)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.