Tindakan Pemerintah Mencegah Penyakit Mematikan Menyerang Generasi Penerus

Tindakan Pemerintah Mencegah Penyakit Mematikan Menyerang Generasi Penerus

IMUNISASI: Sejumlah siswa saat dilakukan imunisasi campak dan rubela beberapa waktu lalu. (HERI PURNAMA/SUMEKS)

PEWARTA: Heri Purnama/Usep Adhiwihanda

SMP Negeri 1 Situraja kini sudah melakukan imunisasi campak dan rubella. Sesuai dengan program pemerintah pusat, kegiatan ini mulai dilakukan di sejumlah sekolah. Dan untuk melancarkannya, kegiatan juga dibarengi dengan kampanye penyakit yang bisa menular itu. Berikut liputannya.

SUASANA – SMP Negeri 1 Situraja pada Senin (1/8) lalu, nampak berbeda. Karamaian dan deretan mobil berplat merah memenuhi halaman sekitar sekolah dan kantor Kecamatan Situraja.

Tak lama kemudian, tiba rombongan Bupati Sumedang di sekolah itu. Kedatangannya disambut hangat pihak sekolah dan muspika. Namun wajah-wajah panik malah terlihat dari siswa-siswi. Yang rupanya saat itu akan dilakukan imunisasi campak dan rubella.

Campak dan rubella yang dianggap sangat berbahaya untuk anak di usia 9 bulan sampai dibawah 15 tahun, membuat dinas kesehatan dan pemerintah mengambil langkah untuk pencegahannya. Kunjungan pihak dinas kesehatan dan Bupati Sumedang Eka Stiawan ke SMP Negeri 1 Situraja ini pun, tidak lain untuk mengkampanyekan imunisasi penyakit mematikan itu.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dr Renny Kurniawati Anton menyebutkan, bahwa di Sumedang ini akan dilakukan pencegahan melalui imunisasi kepada 275.306 anak yang berumur 9 sampai dibawah 15 tahun. Jenis penyakit campak dan rubella itu sebenarnya bukan lah hal yang baru dalam kancah kesehatan.

Namun masih banyaknya masyarakat yang beranggapan penyakit campak itu tidak berbahaya. Padahal jenis penyakit itu bisa menimbulkan komplikasi penyakit yang bisa berdampak buruk bagi bayi dan anak-anak. Seperti halnya katarak, tuli, kebutaan dan penyakit permanen lainnya.

“Terkadang masyarakat menganggap campak ini hanya campak saja, padahal ini bisa komplikasi,” katanya disela-sela kegiatan.

Dalam hal ini, Renny mengimbau untuk menghindari virus campak dan rubella. Selain dengan suntik imunisasi, masyarakat juga harus mewaspadai adanya penularan dari penderita campak dan rubella. Karena penyakit tersebut, dapat ditularkan melalui percikan ludah dan hembusan nafas.

Dia menerangkan, campak dan rubella itu adalah penyakit infeksi virus yang akut. Ciri-ciri orang yang terkena penyakit tersebut bisa batuk-batuk, demam, pilek dan bintik-bintik kemerahan. “Ya sebaiknya kita sebagai orang tua hindarkan anak-anak kita dari virus yang berbahaya tersebut,” ujarnya.

Di tempat sama, Bupati Sumedang H Eka Stiawan juga menegaskan bahwa imunisasi adalah upaya pemerintah dan dinas kesehatan untuk menyehatkan generasi penerus bangsa. Sebab dengan kondisi yang sehat, jelas akan menimbulkan juga jiwa yang sehat. “Ini upaya untuk menyehatkan anak-anak yang nantinya akan jadi generasi penerus bangsa,” kata dia.

Sementara itu Camat Situraja Sutisna, menilai dengan adanya program imunisasi pencegahan campak dan rubella ini, setidaknya sudah ada tindakan dari pihak terkait untuk melindungi masyarakat dari virus berbahaya itu. Dengan demikian, sudah seharusnya masyarakat sendiri sadar dengan bahaya penyakit tersebut dan masyarakat harus mengikuti imunisasi dari saat masa kandungan.

“Ini upaya yang luar biasa yang dilakukan pemerintah, mencegah penyakit sebelum terjadi,” tukasnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.