oleh

Tinggal Dalam Ruangan Sempit, Mak Arti Bertahun-tahun Tidur Diatas Karpet Kusam

SUMEDANGEKSPRES.COM – Berada dekat dengan pusat kota, bukan berarti semua menjadi serba mudah. Berbeda dengan yang lainnya, mungkin orang-orang yang tinggal di perkotaan akan mudah bilamana ingin mencari sebuah kebutuhan.

Akan tetapi, lain halnya dengan sosok Mak Arti, 75, wanita paruh baya yang biasa bekerja sebagai pemungut barang-barang di jalanan.

Hidupnya bergelut dengan waktu, di usianya yang senja dan semakin tua, Mak Arti berjuang memenuhi setiap kebutuhannya dengan cara berada di jalanan untuk mencari barang-barang yang sudah tidak terpakai.

Akan tetapi, waktu yang telah menggerogoti usianya akhirnya mampu mengalahkan semangat hidup Mak Arti. Sejak 3 tahun yang lalu, dirinya sudah tidak berdaya untuk bekerja mencari uang dikarenakan sakit.

“Sudah tidak kuat jalan kayak dulu,” ujarnya dengan nada yang payau, Kamis (23/4).

Kini, di sisa usianya, Mak Arti hanya bisa menghabiskan hidup sendirian didalam sebuah ruangan kecil berukuran 3×3 meter.

Dari luar ruangan, sudah tercium bau pesing yang cukup menyengat. Yang menandakan, ruangan tersebut memang tidak terawat dengan baik.

Saat mencoba masuk kedalamnya, pemandangan suram tampak dari tempat dirinya beristirahat. Dimana wanita tua itu tidur hanya beralaskan karpet kusam dan robek.

Ketika ditanya Sumedang Ekspres, kondisi tersebut sudah dijalaninya selama bertahun-tahun. Dan saat ini, dalam ketidak berdayaanya, Mak Arti merasa beruntung karena masih ada yang mau merawatnya.

“Dirawat dan diurus sama Lilis, tetangga,” jawabnya singkat.

Mak Arti berharap, hidupnya dapat menjadi lebih baik sehingga tidak merepotkan orang lain lagi. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed