Tingkatkan Perpustakaan Desa

Tingkatkan Perpustakaan Desa

BACA: Sejumlah anak saat membaca buku di perpustakaan yang disediakan pihak desa, belum lama ini.(NET)

Peliput/Editor: Heri Purnama/Usep Adiwihanda

*Dorong Masyarakat Gemar Membaca

SITURAJA – Menggalakan hobi membaca dari tingkat desa harus diwujdukan. Untuk itu, pemerintah desa dituntut untuk menyediakan fasilitas perpustakaan warga, sehingga keberadaan perpustakaan diyakini bisa meningkatkan literasi warga.

Sekretaris Desa Cijati, Kecamatan Situraja, Kikin Sodikin menyebutkan, minat baca di kalangan remaja memang terbilang rendah. Disinyalir, mereka lebih memilih bermain yang hanya membuang waktu saja.

Untuk itu, harus bisa merangsang minat baca masyarakat dengan sebuah konsep khusus untuk menarik masyarakat agar hobi baca.

“Sepertinya harus ada konsep khusus untuk merangsang masyarakat agar hobi baca,” katanya, kemarin.
Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumedang, Eem Hendrawan menyebutkan, saat ini guna meningkatkan keluarga yang berkualitas dan mendorong intelektual masyarakat, perlu ditingkatkannya budaya literasi.

Menurutnya, ada tiga wilayah untuk ditingkatkan literasinya. Antara lain literasi keluarga, literasi sekolah dan literasi masyarakat.

“Ada program pojok baca di desa, tapi memang belum semua desa memilikinya. Kita dorong agar paling tidak di setiap kantor desa ada pojok baca. Kita tahu masyarakat yang berkualitas berasal dari lingkungan yang tingkat lietrasinya tinggi,” ujar Eem belum lama ini.

Disebutkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan, keberadaan perpustakaan idealnya harus ada sampai tingkatan desa. Sehingga atas dasar itu, seharusnya pemerintah desa bisa membangun sarana perpustakaan.

Diakuinya, guna mewujudkan terbangunnya perpustakaan daerah memang secara anggaran sangat minim. Tapi ketika masyarakat paham akan keberadaan perpustakaaan, maka bisa dibangun dari partisipasi masyarakat daerah

“Bahkan sebenarnya ada anggaran dari Kementrian Desa. Peluang dari dana desa (DD) bisa dialokasikan baik untuk bangunan (perpustakaan) maupun untuk buku karena perpustakaan adalah pusat aktivitas masyarakat,” tuturnya. (eri)

Komentar

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Hosting Unlimited Indonesia