TMMD Bantu Dunia Pendidikan

PASEH – Keberadaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 105 tahun anggaran 2019 dinilai sangat membantu dan berpengaruh bagi kelangsungan pendidikan di Dusun Jeungjing Desa Padanaan Kecamatan Paseh.

Kepala Dusun Jeungjing Dodon Sunantara mengatakan, para pelajar warga Dusun Jeungjing sangat membutuhkan sarana jalan yang layak untuk pendidikan mereka. Warga Dusun Jeungjing banyak yang menyekolahkan anak anaknya ke sekolah sekolah terdekat.

Misalnya, kata dia, ke SD Negeri Nyalindung untuk tingkat SD ataupun MTs Sidaraja untuk tingkat SLTP. Sementara, untuk tingkat pelajar tingkat SLTA harus melanjutkan perjalanan lagi ke SLTA SLTA di wilayah Sumedang lainnya.

”Warga Dusun Jeungjing, terutama pelajar sangat membutuhkan sarana jalan bagi kelangsungan pendidikan mereka. Mulai dar pelajar SD, SMP dan SLTA,” ujar Dodon.

Dikatakan, sebelum dibangun jalan penghubung oleh program TMMD ke 105 para pelajar dan orang tua harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 1,6 kilometer dengan sarana jalan dan jembatan yang buruk. Apabila musim hujan, jalan yang ada sangat mengkhawatirkan.

Dikatakan, para orang tua dan pelajar tak jarang menginap di fasilitas sekolah dan Puskesmas ataupun di kerabat mereka karena terhalang hujan untuk pulang.

”Saat musim hujan, air akan meluap di Sungai Cibodas dan Ciereng yang mengakibatkan banjir. Saat itu, tidak ada jembatan penyebrangan karena mengalami rusak. Para pelajar dan orang tua mereka tidak bisa melintas,” jelasnya.

Dodon menjelaskan, dengan adanya kegiatan TMMD ke 105 di Dusun Jeungjing, masyarakat sangat antusias dan meresponnya dengan baik. Pihaknya juga akan bahu membahu dengan pihak lainnya agar masyarakat Dusun Jeungjing dapat maju di segala bidang, terutama pendidikan bagi warga usia didik.

“Karena, masyarakat Dusun Jeungjing sangat membutuhkan sarana jalan tersebut. Di Dusun Jeungjing sendiri terdapat sekitar 24 pelajar SD, SMP 16, SLTA 8 dan mahasiswa ada dua orang,” tandasnya.

Sementara itu, pelaksanaan TMMD Ke-105 di Dusun Jeungjing Desa Padanaan sudah memasuki hari pertama. ”Pengerjaan saat ini sedang dilaksanakan pegumpulan batu belah yang dikerjakan oleh anggota TNI dan elemen masyarakat,” ujar Kapten Inf Mukson, Danramil 1012/Wado dan bertindak selaku Danki Satgas TMMD ke 105.

Mukson mengatakan TNI, aparatur desa dan warga bahu membahu mengumpulkan bahan baku batu belah yang akan digunakan untuk memperkeras akses jalan penghubung antara Desa Padanaan Kecamatan Paseh menuju Desa Pada Asih Kecamatan Conggeang.

”Bahan baku batu belah ini dikumpulkan dari sungai Ciparay,” ujarnya.

Menurutnya, proses pengumpulan batu belah akan terus dilakukan hingga beberapa hari kedepan dengan terus meningkatkan gotong royong. ”Kami berharap, dengan dibantu warga sekitar proses pengumpulan batu belah ini dapat memenuhi kebutuhan batu saat  pelaksanaan pembangunan TMMD ke-105  pungkasnya. (atp)

Ikuti Kami di Sosial Media:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.