TNI Target Penyelesaian Jembatan

Peliput/Editor: heri purnama/usep ad

TNI Target Penyelesaian Jembatan

BANGUN JEMBATAN: Sejumlah anggota TNI, terus bekerja keras dalam membangun Jembtan Cicapar di Desa Ambit, agar selesai seuai jadwal. (Heri purnama/sumeks)

SITURAJA – Hari ke11ma, anggota tentara nasional indonesia (TNI) yang bertugas membangun Jembatan Cicapar di Desa Ambit, Kecamatan Situraja, melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sudah mencapai 80 presen. Sisa waktu yang tinggal hanya sembilan hari lagi dan akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pasukan loreng tersebut.

Diprediksi koordinator lapangan (korlap) komando distrik militer 0610 Sumedang, Pelda Sutisna J, pembangunan akan selesai pada waktunya. Kalaupun tidak sampai 100 presen, paling tinggal penataannya dan itu bisa dilakukan warga.

“Kalau idealnya, pembangunan jembatan itu bisa sampai empat bulan, tapi karena pembangunan ini dibantu anggota TNI, maka dalam waktu satu bulan bisa diselesaikan,” katanya kepada Sumeks, kemarin (19/10).

Dalam hal ini, dari 131 anggota yang bertugas di lapangan, dikerahkan semaksimal mungkin untuk mengejar target sampai 28 Oktober. Karena pada tanggal tersebut anggota TNI diharapkan sudah tidak ada aktivitas pembangunan lagi. Secara logika jangka waktu yang hanya 21 hari harus bisa menyelesaikan jembatan ini mungkin berat, tapi dengan kegigihan dan kerjasama yang baik pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan.

“Kita tidak ada masalah dalam hal pekerjaan, yang penting kita kerjakan bersama-sama, justru yang jadi kendala itu anggarannya yang tersendat-sendat,” tegasnya.

Sementara itu, mengenai pekerjaan program TMMD ini, terhitung dari tanggal 8 Oktober mulai kerja. Sebelumnya dari tanggal 28 Agustus sampai tanggal 12 September, melakukan pengerukan sungai cicapar sepanjang 400 meter dengan lebar 20 meter dan kedalamannya 2 meter. Setelah itu dilanjutkan ke tahap pembangunan jembatan yang terhitung dari nol.

“Kita akan terus berusaha untuk menyelesaikan tepat waktu dan juga antusiasme dari masyarakat sangat bagus, jadi kita juga terbantu,” ucapnya.

Dijelaskan, pengerjaan tinggal tahap penataan jembatan dan pembuatan gorong-gorong. Nantinya akan dibuat jalan yang menghubungkan anatara wilayah timur dan barat. “Saat ini tinggal pengecoran jalan yang panjangnya sekitar 310 meter,” ucapnya. Seraya menyebutkan bahwa jembatan yang panjangnya 24,40 meter dan lebarnya 2,5 meter ini, bisa menopang muatan seberat 35 ton.

Ditambahkannya, dalam program TMMD tahun ini, ada hal yang tidak biasa. Sebab adanya intruksi dari panglima bahwa program tersebut anggota TNI harus bisa lebih dekat dengan masyarakat. Oleh sebab itu, saat ini anggota TNI tidak membuat tenda untuk tidur mereka, karena TNI tidur di rumah warga.

Menurut keterangan Pelda Ratmiji, satuan dari tim peralatan Tasikmalaya, tinggal dan berbaur dengan masyarakat itu sangat lebih baik daripada harus membangun tenda. Karena dengan begitu TNI bisa lebih menyatu dan bertukar pikiran bersama dengan warga setempat. “Kita bisa berbaur dengan masyarakat, itu akan lebih mempererat tali silaturahmi,” ucapnya.

Bagi warga yang disinggahi oleh anggota TNI, diharapkan bisa terbantu baik dari segit ekonomi maupun sosialnya. Menurut keterangan korlap, bahwa yang punya rumah tidak harus repot-repot mengeluarkan biaya untuk makan sehari-harinya. Sebab yang mengeluarkan biaya untuk makan itu dari TNI sendiri dan diharapkan yang punya rumah juga bisa terbantu karena ikut makan bareng mereka.

“Nah sebisa mungkin, yang punya rumah cukup masak saja, jangan sampai mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu,” tukasnya. (eri)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.