Tower Celluler Diprotes Warga

Peliput/Editor: Heri Purnama/Iman Nurman

Tower Celluler Diprotes Warga

TUNJUKKAN: Seorang warga menunjukan tower yang bermasalah di Desa Cikeusi, Kecamatan Darmaraja, kemarin. (HERI PURNAMA/SUMEKS)

DARMARAJA – Salah satu tower provider cellular yang ada di kawasan Desa Cikeusi, Kecamatan Darmaraja diprotes warga. Dari sejak lima tahun lalu warga di sekitar tower tersebut bersikeras menolak kehadirannya. Namun tower celluler itu tetap bisa berdiri dengan kokoh yang diduga tanpa ada izin dari warga sekitar.

Salah satu warga sekitar, Supardi menegaskan, berdirinya tower tersebut tidak di ada restu dari warga sekitar, termasuk dirinya yang menolak mentah-mentah terhadap tower itu. Namun saat itu, warga merasa resah dan heran dengan adanya isu terkait keluarnya izin mendirikan bangunan (IMB) terkait tower tersebut.

“Saya bersama masyarakat yang rumahnya berdekatan dengan tower itu sudah jelas menolak. Tapi muncul isu bahwa IMB nya sudah turun, saya merasa heran, kalau benar IMB itu sudah ada atas dasar apa bisa keluarnya IMB tersebut,” kata Supardi, saat ditemui di kediamannya, kemarin, (6/7).

Diakuinya, bahwa tower tersebut belum aktif meski sudah berdiri sejak lima tahun lalu, namun saat ini sudah mulai ada pengembangan dari pihak pengusaha untuk mengaktifkan tower tersebut. Hal itu semakin membuat resah masyarakat dan upaya masyarakat untuk mencari solusi agar tower itu tidak aktif sudah melakukan pengaduan kepada pihak desa setempat dan muspika.

“Kami sudah menyampaikan aspirasi ini kepada desa dan muspika, tapi kalau tidak ada juga solusinya, maka saya secara pribadi akan membuat  lubang di tanah saya sendiri yang jaraknya berbatasan dengan tower itu,” tegasnya.

Ia menghawatirkan, dengan kehadiran tower tersebut bisa mengancam keselamatan warga yang dekat dengan tower tersebut dan juga menurunkan harga tanah di sekitar tower itu. Apalagi setelah aktif warga juga takut dengan potensi sambaran petir.

“Banyak alasan kami menolak kehadiran tower ini, bukan hanya masalah menurunkan harga tanah tapi keselamatan kita juga bisa terancam,” ucapnya lagi. Diharapkan, tower yang tak direstui warga itu bisa di bongkar kembali. Dan upaya dari pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sangat dinantikan oleh warga.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Cikeusi, Tajudin menegaskan, dalam masalah ini pihaknya tidak mau ikut campur terlalu jauh, dengan alasan warganya itu sudah menguasakan hal itu kepada pihak lain. “Kami selaku pemerintah desa sudah menerima keluhan dari warga yang diwakili oleh Supardi, namun kami dalam hal ini hanya sebatas memfasilitas saja apalagi adanya isu sudah turun IMB pada masa jabatan kepala desa sebelum saya, jelas ini membuat kami dilema,” ucapnya.

Kades juga menilai, bahwa dengan adanya isu turunnya IMB tersebut cukup membuat pihak desa merasa heran, karena fakta dilapangan warga masih menolak. (eri)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.