Truk Lebihi Tonase, Warga Ancam Tutup Cijelag

Truk Lebihi Tonase, Warga Ancam Tutup Cijelag

MELANGGAR: Truk pasir melintas di Jalan Cijelag-Cikamurang. Meski melebihi tonase, pengemudi tetap melintasi jalan menuju akses tol Cipali tersebut. (ISTIMEWA)

Peliput/Editor: bay/red

UJUNGJAYA – Warga lima desa di Kecamatan Ujungjaya, mengancam tutup jalan sepanjang Cijelag-Cikamurang. Pasalnya, sejak Tol Cipali (Cikopo-Palimanan) beroperasi, truk pasir galian C dari Cimalaka, kerap melintasi jalan provinsi tersebut.

Dampaknya, jalan cepat rusak dan debu yang diakibatkan truk-truk besar, mengganggu aktivitas warga. Adapun kelima desa itu, yakni Palabuan, Kebon Cau, Ujungjaya, Sakurjaya dan Cibuluh.

Selain itu, warga keberatan adanya oknum mengatasnamakan warga dan pemerintah desa, memungut iuran sebesar Rp 30 ribu per truk. Dalihnya, sebagai karcis lintas jalur tronton.
Kepala Desa Sakurjaya Yaya Jaedi Wijaya mengatakan, pungutan liar menjadi preseden buruk bagi pihak desa dan warga. Sebab, pihaknya maupun warga, tidak tidak tahu menahu terkait pungutan liar tersebut.

“Tentunya, adanya pungutan menjadi preseden buruk bagi kami. Yang melakukan pungutan oknum LSM, bukan pihak desa maupun warga,” katanya.

Ia menerangkan, sebelum masuk ke jalan ini, sudah jelas terpampang rambu peringatan, bahwa kendaraan lebih dari delapan ton, tidak boleh lewat. “Tapi, sejak Tol Cipali beroperasi, setiap harinya lebih dari 100 truk pasir melintas di jalan ini. Imbasnya, jalan cepat rusak, padahal kurang dari tiga bulan, jalan ini diperbaiki, sekarang sudah rusak lagi. Belum lagi, debu yang ditimbulkan membuat aktivitas warga terganggu,” tuturnya.

Terang dia, bersama empat pemerintah desa lainnya yang jalannya terlewati truk, telah menyampaikan keberatan warga, Namun, hingga saat ini, aktivitas trus masih berlangsung, termasuk pungli yang dilakukan oknum.

Salah seorang sopir truk pasir, mengaku hanya sebagai pesuruh, dan ketika ada pihak yang meminta uang karcis, mau tidak mau harus memberi.

“Kata bos kami, sejak Tol Cipali beroperasi, ongkos jalan dari Cimalaka ke Karawang, Bekasi dan sekitarnya, lebih hemat lewat ke jalan sini (Cijelag-Cikamurang, red) via Tol Cipali. Jadi, sejak saat itu tidak lagi lewat jalur Cileunyi-Bandung. Kami hanya pesuruh, ya nurut saja, kalau yang mungut iuran siapa-siapanya, kami tak tahu,” kata Tisna (43) salah seorang sopir ketika ditemui di Jalan Cijelag.

Oleh karenanya, lanjut dia, Dishubkominfo Sumedang harus tegas dan segera mengambil sikap. “Kami minta Dishub memasang portal agar truk tidak lagi melintas ke jalur ini. Warga mengancam, kalau dalam waktu dekat, Pemkab Sumedang tidak segera mengambil sikap, warga akan menutup paksa akses jalan, sebagai bentuk protes,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Ujungjaya AKP Dadang mengaku, atas laporan warga lima desa tersebut, pihaknya dibantu Koramil Ujungjaya dan Polsek Tomo, berupaya menghentikan pungutan liar yang dilakukan oknum LSM.

“Beberapa minggu lalu, kami sudah menyisir jalan, membubarkan aktivitas pungli yang dilakukan oknum LSM. Tapi ya begitu, beberapa hari kemudian mereka lakukan lagi pungutan. Saran kami, agar jalan ini diberi protal saja,” katanya. (bay)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.