Tugu Binokasih Minim Perawatan

Peliput/Editor: INFRASTRUKTUR

Tugu Binokasih Minim Perawatan

ASEP HERDIANA/SUMEKS MELINTAS TUGU: Sejumlah kendaraan melintas di Tugu Bundaran Binokasih yang menjadi ikon Sumedang.

KOTA – Kondisi Tugu Bundaran Binokasih yang menjadi ikon Sumedang, kini tidak terawat. Kondisinya, banyak lumut yang tumbuh di tiang penyangga mahkota berwana emas itu.

Selain itu, warna kuning emas mahkotanya juga memudar, tidak bagus lagi seperti pertama kali berdiri. Tugu tersebut kurang terawat dan pudar terkena debu dan asap setiap harinya.

“Lihat saja, tiang sekarang penuh lumut yang tumbuh. Warna kuningnya juga memudar. Itu mengurangi keindahan dan kegagahan dari simbol mahkotanya yang sakral,” ujar Nana salah seorang warga Sumedang yang sedang berloharaga di Car Free Day, kemarin (5/11).

Untuk itu, pihaknya menyarankan pemerintah Kabupaten Sumedang untuk melakukan perawatan secara berkala. Hal itu untuk menjaga keindahan dan kondisi tugu yang menjadi kebanggan warga Sumedang tersebut.

Menurutnya, sudah menjadi keharusan Tugu Binokasih menjadi kebanggaan dan simbol Sumedang, dirawat dengan baik. Sebab tugu tersebut dilihat langsung banyak pengedara yang melewatinya.

“Bebeda dengan Taman Endog, yang melintas dari luar daerah itu pasti melewati Bunderan Binokasih. Malu kita, masa merawat tugu bundaran saja tidak bisa,” lanjutnya.

Selain itu, disayangkan dari banyaknya oknum yang tidak bertanggungjawab, menjadikan infrastruktur ini tidak terawat. Terkadang terdapat juga serakan sampah yang menumpuk.

“Banyak tong sampah yang rusak. Ada jejak kaki di tembok dan sampah yang numpuk,” ujar salah seorang warga lainnnya Diman, 23, yang sehari-hari latihan parkour di tempat tersebut.

Menurut Diman, faktor perawatan kurangnya kesadaran masyarakat menjadi hal utama kerusakan infrastruktur. Kerusakan itu lebih diakibatkan dari diri warga yang tidak sadar akan pentingnya infrastruktur yang ada.

“Diharapkan infrastruktur yang ada terus terjaga sebagaimana mestinya. Tidak hanya kesadaran pemerintah kota, tapi juga semua masyarakat,” harapnya. (her)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.