Uhe Ditemukan Ngambang di Mata Air

Peliput/Editor: ATEP BIMO AS/SUMEKS

Uhe Ditemukan Ngambang di Mata Air

EVAKUASI KORBAN: Sejumlah warga menggotong jasad Uhe yang ditemukan tak bernyawa di Mata Ari Cikawung Desa Karanglayung Kecamatan Conggeang, kemarin (26/12).

Diduga Mendadak Pusing

SUMEDANG – Uhe, 60, ditemukan tak bernyawa di Mata Ari Cikawung Desa Karanglayung Kecamatan Conggeang, kemarin (26/12). Warga RT 1 RW 3 Dusun Ciaseum Wetan Desa Karanglayung itu, pertama kali ditemukan Endang, 35, dan Hasim, 50, dalam posisi tertelungkup di air sekitar pukul 14. 45.

Saksi mata Hasim mengatakan, dirinya mendapatkan laporan dari Endang yang menyatakan ada orang meninggal di Mata Air Cikawung. Hasim bersama Endang, pun melihat ke Cikawung. Setelah itu, dirinya melaporkan kejadian tersebut ke Pemerintah Desa Karanglayung.

“Awalnya, kami mengira hanya sebuah boneka. Tapi, bersama pemerintahan setempat saya memastikan bahwa itu orang,” ujar Hasim di lokasi kejadian.

Diduga, Uhe berangkat ke Mata Air Cikawung yang jaraknya sekitar 100 meter dari rumahnya untuk mencuci pakaian. Sebab di lokasi ditemukan juga pakaian yang sudah dicuci korban.

“Diduga, Uhe akan membuang air besar kemudian mengalami pusing. Karena selama ini, korban Uhe menderita penyakit pusing. Selain itu, tempat itu biasanya dipakai oleh warga setempat untuk buang air besar,” tegasnya.

Hasim menuturkan, kemungkinan korban tercebur dan tenggelam lebih dari satu jam. Saat ditemukan, kondisi badan korban masih dalam kondisi lemas dan tidak kaku.

“Selain itu, sebelumnya ditemukan oleh seorang warga yang melintas korban masih terlihat berdiri di sisi kolam,” tandasnya.

Terpisah, Kapolsek Conggeang AKP Jeje Heryanto membenarkan adanya kejadian seorang warga Desa Karanglayung tercebur di Mata Air Cikawung hingga meninggal dunia. Berdasarkan keterangan tenaga medis dari Puskesmas Kecamatan Conggeang, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban Uhe.

“Ini murni kecelakaan, karena korban sering menderita pusing. Diduga, saat korban berada di tepi kolam mengalami pusing dan tersungkur ke kolam. Selain itu, diperkuat oleh keluarga korban bahwa Uhe menderita penyakit darah tinggi,” jelasnya.

Diperkirakan, kata Jeje, korban sudah tenggelam di kolam lebih dari satu jam. “Meski kolam dangkal, karena pusing korban tidak bisa menyelamatkan diri,” tegasnya.

Disebutkan, keluarga korban menerima ini kejadian ini sebagai sebuah musibah. Keluarganya ikhlas dan telah sadar dengan kejadian ini.

“Itu diperkuat dengan keluarga korban telah membuat pernyataan menerima kejadian ini sebuah musibah. Disaksikan oleh perangkat desa,” tutupnya. (atp)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.