oleh

Ulurkan Tangan untuk Selamatkan Pendidikan

Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) beserta UPTD Pendidikan TK SD dan PNF Kecamatan Ujungjaya, berinisiatif menggalang sumbangan untuk korban bencana alam. Sosialisasipun dilakukan ke kepala sekolah beserta para guru. Bagaimana kegiatannya. Berikut liputannya.

SIAPA yang tidak terketuk hatinya, bila melihat para korban bencana alam Sumedang yang saat ini bertahan di hunian sementara (Huntara). Begitu pula yang terjadi K3S SD, PGRI, dan UPTD Pendidikan TK SD dan PNF. Mereka bergerak untuk turut serta membantu para korban bencana alam di Blok Pamoyanan Desa Sakurjaya Kecamatan Ujungjaya.

K3S dengan UPTD dan dibantu PGRI Kecamatan Ujungjaya, mulai melakukan sosialisasi untuk memberi sumbangan pada para korban bencana alam. Terutama, pada para kepala sekolah beserta guru di lingkungan UPTD Pendidikan Ujungjaya. Dan selain itu pun, mereka mendirikan Posko Pendidikan di lingkungan Huntara.

Ketua K3S, Subandi S.Pd, mengatakan, kegiatan sumbangan sebetulnya sudah diberikan ketika korban bencana masih berada di Sumedang. Saat itu, pihaknya ada kepedulian dan memberikan sumbangan melewati Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.

“Alhamdulillah, Dinas Pendidikan mengapresiasi inisiatif kami. Terutama dengan adanya inisiatif dan niat dari K3S, UPTD, dan PGRI tanpa diperintah,” ujar Subandi kepada Sumeks di kediamannya, Senin (24/10).

Ketika korban bencana alam dipindahkan ke Huntara, K3S, PGRI, dan UPTD Pendidikan, kembali mengunjungi ke lapangan. Menurutnya, keadaan para korban bencana alam sangat memprihatinkan. Baik itu keadaan pemukiman, para korban, serta unsur lainnya.

“Hal itu membuat hati kami terketuk untuk kembali memberikan bantuan. Kami mulai bergerak dan melakukan sosialisasi kepada para kepala sekolah dan guru untuk turut serta memberikan sumbangan,” terangnya.

Dikatakan Subandi, ternyata inisiatif K3S, PGRI, dan UPTD Pendidikan, mendapat sambutan antusias dari para kepala sekolah, guru, bahkan para orang tua murid.
“Itu membuat mereka tersentuh dan mulai mengumpulkan bantuan. Alhamdulillah, bantuan yang terkumpul cukup banyak. Mulai dari pakaian, alat dapur, materi, dan sejumlah dana,” terangnya.
Selain itu, ada juga dorongan dari para kepala sekolah beserta para guru, untuk membuat Posko Pendidikan. Itu akan berfungsi untuk menyelamatkan dunia pendidikan bagi anak-anak pelajar korban bencana alam.

“Posko pendidikan ini dikondisikan untuk menerima uluran tangan bagi para pelajar korban bencana alam. Hal itu dilakukan supaya pendidikan mereka tidak terlantar,” jelasnya.

Terpisah, Kepala UPTD Pendidikan Ujungjaya, Engkus Haerudin S.Pd, M.MPd didampingi Ketua PGRI Kecamatan Ujungjaya, Hasanudin S.Pd, mengapresiasi kegiatan para kepala sekolah dan guru di Kecamatan Ujungjaya. Bantuan itu merupakan rasa peduli dan dapat membantu penyelamatan dunia pendidikan di Kabupaten Sumedang.

“Para pelajar di Sumedang, terutama untuk tingkat sasar jangan sampai terlantar. Baik itu berbulan-bulan ataupun satu hari saja. Mereka harus tetap mendapatkan pendidikan,” terangnya.

Menurut Engkus, para pelajar berhak mendapatkan pendidikan walaupun disaat mendapatkan bencana. Kegiatan KBM harus tetap berlangsung walaupun dengan segala halangan yang ada.
“Kami sebagai tenaga pendidik merasa terketuk dan berkewajiban ikut serta korban bencana alam. Segala halangan dapat dimusyawarahkan dan pasti ada jalan keluarnya. Seperti yang terjadi pada para pelajar korban bencana alam di SD Trijaya. Mereka dapat kembali belajar sebagaimana mestinya dengan fasilitas yang ada,” pungkasnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed