UMK Diperkirakan Naik 8,7 Persen

Peliput/Editor: ASEP HERDIANA/SUMEKS

UMK Diperkirakan Naik 8,7 Persen

DITEMUI: Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumedang Dikdik Sadikin saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Situasi Lingkungan Buruh Kondusif

KOTA – Dewan Pengupahan Kabupaten Sumedang, dalam minggu ini akan segera melaksanakan tugasnya untuk merancang angka kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sumedang. Angka yang nanti diajukan dewan pengupahan, akan tergantung bagaimana keputusan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Ada pun SK dewan pengupahan harus selesai ditandatangani bupati pada minggu ini. Sebab tahun ini, bertepatan dengan habisnya masa bakti dewan pengupahan yang lama.

Terkait prosedur pengajuan UMK Sumedang 2018, dewan pengupahan akan mengajukan besaran UMK Sumedang 2018 kepada bupati. Setelah itu, bupati merekomendasikan besaran UMK dan mengusulkan kepada gubernur, dan gubernur yang akan menetapkannya.

“SK Dewan pengupahan baru turun minggu ini, kami takan nunggu lama, langsung bekerja,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumedang Dikdik Sadikin saat ditemui di kantornya, kemarin (6/11).

Dikdik didampingi Kabid Hubungan Industrial Jarkasi, mempekrkirakan besaran UMK Sumedang tahun 2018 diperkirakan berada di angka Rp 2.678.028.

“Perhitungan itu didasarkan atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan,” terangnya.

Sedangkan perhitungan kenaikan besaran UMK diambil dari acuan angka inflasi nasional 3,72 persen dan pertumbuhan ekonomi (pertumbuhan PDB) sebesar 4,99 persen. Besaran tersebut terkait angka inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi tersebut, sudah ditetapkan melalui surat edaran Menteri Ketenagakerjaan tertanggal 13 Oktober 2017 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto tahun 2017.

“Surat itu dijadikan sebagai pijakan para gubernur untuk menetapkan besaran UMK kabupaten/kota di Jabar tahun 2018. Hasil penghitungan angka inflasi nasional 3,72 persen dan pertumbuhan ekonomi 4,99 persen. Dari data itu, nilai UMK Sumedang tahun 2018 berdasarkan PP 78 tahun 2015 sudah bisa diketahui, yaitu Rp 2.678.028,” kata Dikdik.

Dikdik mengungkapkan, hingga saat ini situasi di lingkungan buruh tetap kondusif. Hal itu berkat komunikasi antara dinas dengan berbagai serikat buruh yang terjalin dengan baik. Walaupun ada aspirasi, disampaikan dengan jalur persuasif dan diskusi.

“Hingga saat ini belum ada tuntutan atau aspirasi dari buruh tentang UMK 2018, baik lisan maupun tulisan berupa surat,“ jelasnya. (her)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js