Upaya Kecamatan Cisitu Tanggulangi Pengangguran

Upaya Kecamatan Cisitu Tanggulangi Pengangguran

GIAT KERJA: Sejumlah karyawan pabrik tahu yang ada di Desa Situmekar Kecamatan Cisitu tengah bekerja.(HERI PURNAMA/SUMEKS)

PEWARTA: HERI PURNAMA/SUMEKS

*Perusahaan Harus Dapat Berdayakan Tenaga Lokal

Pelaku usaha yang ada di Kecamatan Cisitu, dituntut untuk berdayakan masyarakat setempat. Hal itu salah satu upaya untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Berikut liputannya.

HERI PURNAMA, Cisitu

DI tengah kesulitan ekonomi pada saat ini, yang disertai menumpuknya jumlah pengangguran, khususnya di Kabupaten Sumedang mulai membuat gelisah masyarakat. Tak heran kondisi itu memicu kepada tingginya kriminilitas seperti pencurian dan lainnya. Kenapa tidak, semua bisa dilakukan oleh seseorang yang sudah serbasalah menemukan solusi untuk bisa menghidupi keluarganya.

Dengan begitu, harus ada upaya dari semua pihak untuk menekan angka pengangguran tersebut, terutama para pelaku usaha. Seperti yang ditekankan oleh pemerintah Kecamatan Cisitu, bahwa pelaku usaha di Kecamatan Cisitu harus berdayakan masyarakat sekitar.

”Untuk menekan angka kemisikinan yang ada di Kecamatan Cisitu, jelas harus ada upaya untuk memberdayakan masyarakatnya terutama kalangan muda,” kata Camat Cisitu, Arry Kusnadi, SAP.

Menurut dia, hal yang wajar dari tahun ke tahun angka kemiskinan akan semakin tinggi, sebab peluang untuk mendapatkan pekerjaan sangat sulit, dan persaingan pun semakin ketat.

”Untuk menekan angka kemiskinan, akan lebih efektip saat para pelaku usaha yang ada di Kecamatan Cisitu, baik itu pengusaha dari luar daerah maupun tuan rumah, memberdayakan tenaga kerja masyarakat Cisitu,” katanya.

Hal itu, tentu harus ada pengawalan dari pemerintah setempat. Dia menyontohkan, ketika di salahsatu desa ada perusahaan, maka harus dibuatkan juga peraturan desa (Perdes) yang mengatur tentang kewajiban pihak pengusaha untuk menggunakan tenaga kerja masyarakat setempat.

Adapun saat masyarakat setempat tidak menguasai pekerjaan tersebut, sebutnya, maka pihak perusahaan bisa mendatangkan tenaga ahli dari luar dengan jumlah yang terbatas.

”Buatkan saja Perdes nya, jadi setiap pengusaha harus mematuhi aturan itu. Ketika mau membuka peluang usaha di wilayah Cisitu,” kata dia.

Disinyalir, di Kecamatan Cisitu terdapat 15 pabrik tahu, hal itu cukup potensial untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Pihaknya, dalam hal ini menilai, dari satu pabrik saja diperkirakan membutuhkan tenaga kerja sebanyak 3-4 orang, jika di kalikan 15 pabrik maka, dari jumlah total pabrik tahu mampu mempekerjakan sekitar 60 orang.

”Kalau semua pekerjanya masyarakat setempat maka bisa mengurangi angka pengangguran,” katanya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.