oleh

Usai Menghadiri Kebaktian di Lembang, 6 Karyawan Kahatex Terindikasi Covid-19

SUMEDANGEKSPRES.COM – Sedikitnya Enam dari 23 karyawan PT Kahatex, yang mengikuti seminar keagamaan Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat terindikasi positif Covid-19.

Keenam karyawan tersebut sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan rapid tes di RS Kasih Bunda.

Kepala Bagian Umum PT Kahatex, Luddy Sutedja membenarkan adanya pemberitaan itu. Menurutnya, kesemua karyawan yang mengikuti seminar yang masuk di klaster Lembang itu sudah dikarantina di mess milik Kahatex.

“Benar, ada enam orang karyawan yang positif hasil rapid test. Mereka sudah di karantina sejak 21 hari lalu dan sudah langsung dilaporkan ke Pemprov Jabar dan Pemkab Sumedang,” kata Luddy.

Meski demikian, dikatakan Luddy, enam orang yang terindikasi positif Covid-19 itu akan kembali menjalani tes swab guna memastikan status kesehatannya.

“Tinggal menunggu hasil swab. Mudah-mudan hasil swabnya negatif,” ucapnya.

Satu bulan yang lalu, dikatakan Luddy, karyawan PT Kahatex ternyata ada yang mengikuti persekutuan doa di Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang dipimpin oleh Pendeta yang baru pulang dari Israel.

Namun, seminggu kemudian, lanjut Luddy, pendeta tersebut meninggal dan istrinya dirawat di RSHS ternyata positif Covid-19.

“Dari saat itu 23 karyawan kami yang mengikuti doa tersebut langsung kami karantina selama 14 hari dan sudah tidak melakukan kontak interaksi dengan yang lain,” kata dia.

Setelah 14 hari, 9 orang dari 23 orang yang dilakukan rapid test akhirnya menunjukkan hasil negatif. Kemudian, 14 orang lainnya lagi baru menjalani rapid test, pada Kamis 2 April 2020.

“Dari 14 orang tersebut, enam orang positif terindikasi Covid-19. Oleh karena itu keenam orang tersebut beserta keluarganya kami minta untuk isolasi diri ke mess milik perusahaan. Sementara 19 orang lainnya yang dinyatakan negatif tetap kami karantina sampai nanti kami minta jalani tes lanjutan,” tutur Luddy.

Ditambahkan Ludy, enam orang yang terindikasi positif Covid-19 melalui rapid test tersebut bekerja di 3 divisi. Untuk mengetahui apakah ada karyawan lainnya yang terindikasi positif Covid-19, pihaknya akan melakukan rapid test secara acak kepada karyawannya.

Sampai saat ini, lanjut dia, PT Kahatex telah dirumahkan sebanyak 10.750 orang karyawan atau setara dengan 35 persen dari jumlah karyawan.

“Rencananya akan terus bertambah sampai dengan 60 persen mengikuti surat edaran Bupati Sumedang sebagaimana yang tercantum di poin 2 untuk mengurangi seminimal mungkin kegiatan industri,” katanya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed