oleh

Uu Didukung Kyai Saritem ; DT Siap Kawal Uu Gubernur

Bupati Tasikmalaya yang juga calon gubernur Jawa Barat dari PPP Uu Ruzhanul Ulum, mendapat dukungan para kyai dan santri di Bandung. Dukungan diberikan para kyai dipimpin KH Ahmad Haedar di Pondok Pesantren Daarut Taubah Saritem Bandung, Minggu (28/8). Uu bahkan akan dikawal di Pilgub Jabar 2018 sampai jadi sekaligus siap memberi teguran jika kepemimpinan Uu di Jawa Barat tidak sesuai amanah.

Kedatangan Uu Ruzhanul Ulum disambut antusias sekitar 150 kyai di seputaran Bandung Raya yang sudah siap di Pondok Pesantren Daarut Taubah Saritem. Tempat ini dulunya merupakan lokalisasi yang sangat laku. Ajengan Manonjaya itu sengaja datang ke tempat ini untuk mendapatkan dukungan dan doa.

“bagi saya, silaturahmi itu sangat penting. Kalau jarang silaturahmi, saya takut hidup ini dihinakan apa pun jabatannya. Supaya tidak dihinakan hidupnya, saya harus silaturahmi. Silaturahmi pun dikhususkan ke pondok pesantren, karena sebaik-baiknya umaro adalah yang sering datang ke pesantren dan para ulama. Untuk mendapatkan barokah, karomah dan doa para ulama,” ungkap Uu Ruzhanul Ulum kepada puluhan awak media.

Dalam pertemuan dengan pimpinan Pesantren Daarut Taubah KH Ahmad Haedar itu, Uu menyampaikan dan mempekenalkan diri sekaligus mengungkapkan harapan dan keinginan menjadi gubernur Jabar. Tanpa silaturahmi, menurut Uu, para kyai tidak akan tahu ada keinginan dirinya mencalonkan diri menjadi gubernur Jabar. “Alhamdulillah mereka merespon baik, dan para kyai menyampaikan dukungan kepada saya,” kata Uu.

Dalam pembicaraan tersebut terjalin sebuah komitmen, jika Uu menjadi gubernur, amanat para kyai agar Uu cinta kepada umat, harus menjadi pemimpin yang amanah dan adil. Uu juga disarankan untuk mencontoh kepemimpinan rosululloh yang memiliki sifat sidik, amanah, tablig dan fatonah. “Saya menyatakan, Insya Alloh akan berjuang dan berusaha sesuai amanah kyai,” tandas Uu.

Pembicaraan dengan para kyai itu sekaligus melebarkan koneksivitas kyai dan santri. Inti dari pembicaraan berikutnya mengenai nasib umat, agama dan situasi kondisi politik saat ini. Uu mengaku bangga karena para kyai di Bandung tidak sama dengan kyai di daerah yang apriori terhadap politik.
“Kyai di daerah hanya mengurusi ngaji, ngawuruk, dan kyai yang berkutat hanya di madrasah. Kyai di Bandung Raya tidak hanya menyebarkan agama dengan tarbiyahnya, tetapi juga mereka melek dunia poltiik dan pemerintahan. Mereka dekat dengan pemerintahan,” kata Uu.

Diakui Uu, kyai Daarut Taubah sangat dekat dengan pemerintahan, bahkan menjadi tim sukses walikota Bandung Ridwan Kamil. Sampai saat ini para kyai itu masih sering bersilaturahmi dengan walikotanya. Menurut Uu itu hal yang sangat bagus. Karena agama harus berbarengan dengan penguasa sehingga agama itu akan sangat kuat.

Komitmen yang dibangun antara Uu dengan kyai Saritem, Uu harus bisa melaksanakan amanah supaya menjadi pemimpin adil, amanah, cinta terhadap umat, menjaga agama dan mencontoh kepemimpinan rosululloh. Jika demikian, para kyai akan mendukung, mendorong, mendoakan dan berjuang untuk suksesnya Uu menjadi gubernur Jawa Barat.

“Sebaliknya, jika saya tidak bisa melaksanakan amanat itu, maka para kyai yang pertama menegur saya secara keras. Saya memohon doa kepada para kyai, mudah-mudahan saya jadi gubernur dan kalau sudah jadi saya siap amanah,” ungkap Uu.

Sementara itu atas kedatangan Uu Ruzhanul Ulum, pemimpin pesantren Daarut Taubah Saritem Bandung, KH Ahmad Haedar, mengaku bangga didatangi bupati tasik yang sudah membuktikan karya-karya nyatanya di Kab. Tasik. “Kami mendoakan beliau apa yang dijadikan harapan dambaan cita-cita dikabulkan oleh Alloh SWT, diberikan kekuatan dan kemampuan untuk mengemban amanah,” kata KH Ahmad Haedar.

Antusiasme para kyai di Bandung beralasan, karena jarang-jarang bupati yang berharap menjadi gubernur untuk turun ke bawah menyambangi Kota Bandung. Para kyai mendukung dan mendoakan Uu menjadi gubernur Jawa Barat.

Kepada media, kyai Saritem berjanji akan memberi kawalan khusus kepada Uu. Namun demikian, para kyai itu pun tak segan-segan untuk memberikan teguran jika dalam menjalankan pemerintahan di Jawa Barat, Uu tidak sesuai seperti yang diharapkan masyarakat,” pungkas KH Ahmad Haedar.(isur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed