oleh

Wado-Darmaraja Dikepung Longsor

WADO – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Wado dan Darmaraja, menyebabkan longsor di sejumlah titik. Bahkan sebelumnya, longsor di Desa Ganjaresik Kecamatan Wado, sampai memakan korban jiwa.

Kejadian longsor pada Rabu (21/2) sekitar pukul 19.30 di Dusun Cirandegan RT 03 RW 04 Desa Neglasari Kecamatan Darmaraja, menimpa rumah Marwan, 57. Longsoran tebing tinggi lima meter dengan panjang lima meter, menjebol rumah Marwan.

“Longsoran menimpa dinding rumah sebelah kiri sepanjang 3×2 meter dan material tanah masuk ke dalam ruang tengah rumah,” kata Kapolsek Darmaraja Kompol Amrizal M Nur ketika dikonfirmasi, kemarin (22/2).

Tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, mengakibatkan kerugian meteri yang cukup banyak.
Di malam sama sekitar pukul 18.30, terjadi juga bencana tebing longsor di Dusun Munjul RT 04 RW 05 Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja. Akibatnya, jalan gang di wilayah tersebut tertutup longsor.

“Ini kejadian yang keberapa kali di wilayah kami. Sebelumnya juga banyak longsoran kecil yang terjadi dan mengancam pemukiman warga,” ujar Pjs Kades Sukamenak Kecamatan Darmaraja, Gustaman.

Sebelumnya, sejumlah rumah warga di wilayahnya pun terancam. Akibat terjadi longsor di desa tersebut tepatnya di Dusun Munjul dan Pasirlempah yang nyaris mengenai rumah warga.

Dari hasil pendataan pihaknya, ada sekitar 10 rumah di sepuluh titik rawan longsor yang berpotensi terkena runtuhan longsor jika hujan deras. Kejadian longsor tersebut diakibatkan tidak adanya saluran irigasi untuk saluran air dari pemukiman.

“Memang di wilayah itu belum ada saluran irigasi, jadi airnya tidak mengalir,”ucapnya
Gustaman, mengaku hawatir jika hujan mengguyur terus menerus. Wilayah pemukiman di Desa Sukamenak masih baru dan menempati wilayah yang tanahnya labil.

Tapi dari serangkaian kejadian tersebut, kata dia, tidak mengakibatkan korban jiwa. Hanya mengakibatkan kerugian materi.
Masih di malam sama sektar pukul 20.30, longsor terjadi di Dusun Sukamanah RT 04 RW 03 Desa Cisurat Kecamatam Wado. Longsor tebing setinggi 15 meter itu, mengakibatkan bagian dinding kamar dan atap belakang rumah milik Narya, 60, jebol.

“Dari hasil pendataan kami, rumah permanen berukuran 10×7 meter milik Narya hanya mengalami jebol di bagian dinding kamar dan atap belakang. Terjadi karena memang ada tebing dekat rumah Narya ambruk akibat hujan,” kata Kades Cisurat Asep Widiana.
Beruntung saat kejadian, tidak megakibatkan korban jiwa. Hanya pemilik rumah sementara harus diungsikan.

Adapun luas longsoran yang terjadi di Cisurat, panjang longsor sekitar 15 meter, tinggi longsor sekitar enam meter dan lebar longsoran sekitar empat meter. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed