Warga Gelar Ritual Turun Hujan

Warga Gelar Ritual Turun Hujan

RITUAL: Sejumlah warga dan sespuh Desa Cigintung, menggelar ritual untuk meminta hujan, kemarin. (Heri purnama/sumeks)

Peliput/Editor: heri purnama/usep ad

CISITU – Warga Desa Cigintung, Kecamatan Cisitu, menggelar ritual minta turun hujan di makam keramat Kula Jaya, Kula Maya, Panggung Jaya di Blok Cipipisan, Dusun Karamat, Kamis (22/10). Ritual tersebut bertujuan untuk berdoa bersama meminta kepada Allah Swt, untuk segera diturunkan hujan.

Pasalnya, beberapa bulan ini hujan tak kunjung turun, sehingga mengakibatkan kekeringan yang sangat kritis. Di Desa Cigintung saja, perkebunan dan pesawahan sangat kering sehingga tanah-tanahnya mengalami keretakan. “Musim kemarau kali ini sangat parah, yang tadinya sumur tidak pernah kering, saat ini sampai kering. Kami kesulitan air bersih juga,” ucap Cicih, Warga Dusun Sarongge, Desa Cigintung.

Warga menyakini, setiap setelah digelar acara ritual tersebut, selalu turun hujan. Menurut pengakuan warga, yang sudah dialami oleh mereka setelah ritual ini tidak lama lagi langsung hujan. “Yang sudah-sudah sih, setelah acara ini sorenya langsung hujan, paling lambat juga dua hari lah,” katanya lagi.

Sementara, Kepala Desa Cigintung, Warniasih, menerangkan, acara ritual ini selalu dilakukan saat hujan sudah terlalu lama tidak turun dan kerisis air sudah dirasakan warga. Menurutnya selama tiga tahun menjabat jadi kepala desa, baru kali ini dia menggelar acara ritual tersebut, karena dua tahun kebelakang kekeringan tidak terlalu buruk.

“Acara ini, dilakukan saat warga sudah benar-benar membutuhkan air, salama saya menjabat kades, baru kali ini ada kekeringan yang sangat lama,” ucapnya.

Adapun rangkaian acara ritual tersebut adalah, mulai dari berdoa bersama untuk meminta hujan dan dilanjutkan kepada puncak acara yaitu acara kesenian terebang buhun. “Terebang buhun ini adalah salah satu kesenian khas yang ada di Desa Cigintung. Terebang buhun juga jadi salah satu rangkaian wajib di acara ritual ini,” kata dia.

Diharapkan, setelah dilakukannya acara tersebut, hujan secepatnya turun, karena kekeringan yang melanda sekitar 50 hektar lahan peswahan bisa segera digarap kembali, dan air bersihpun bisa dinikmati lagi warga. “Ada 50 hektar lahan sawah yang tidak bisa digarap kalau musim kering seperti ini,” ucapnya. (eri)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.