Warga Harapkan Raskin Berkualitas

Peliput/Editor: DOK SUMEKS

Warga Harapkan Raskin Berkualitas

DISTRIBUSI: Beras miskin siap didistribusikan ke warga melalui pengurus RW, belum lama ini.

DARMARAJA – Warga Darmaraja mengharapkan peningkatan kualitas beras sejahtera (Rastra). Sebab selama ini, rastra atau yang sebelumnya dikenal dengan beras miskin (raskin) yang kualitasnya tidak layak konsumsi di Desa Tarunajaya, Kecamatan Darmaraja, menimbulkan komentar pedas dari warga.

Sudah seyogyanya rastra yang menjadi konsumsi masyarakat kalangan menengah ke bawah kualitasnya diperbaiki lagi. Sebab kondisi rastra selama ini cukup memprihatinkan.

“Iya di kampung saya ada beras yang sangat tidak layak untuk konsumsi, ini harus jadi perhatian pemerintah,” kata salah satu tokoh masyarakat Desa Tarunajaya, Oceng.

Dia menegaskan, semestinya kebutuhan pokok untuk masyarakat (beras) harus yang benar-benar layak untuk dikonsumsi dan mempunyai gizi untuk mencegah adanya gizi buruk yang menimpa masyarakat kurang mampu.

“Ya yang benar saja, itu kan buat makanan manusia sudah selayaknya di tingkatkan kualitasnya,” ucapnya.

Dalam hal ini, pihak-pihak terkait harus lebih kontinue untuk memperhatikan masyarakat kecil.

Kepala Desa Tarunajaya, Eman Sulaeman menegaskan, dalam hal ini kasus rastra yang seperti itu (buruk) jangan sampai terjadi lagi, sebab di wilayhnya masih banyak warga yang memerlukan beras tersebut.

Apalagi, rastra yang datang ke desa tersebut masih terbilang kurang, sebab wilayah desa tersebut jadi wilayah desa penyangga bagi warga terdampak Waduk Jatigede.

“Yang jelas kondisi ini tidak harus terjadi lagi,” ucapnya.

Ketua RT 02, RW 04, Dusun Ciduging, Ade Saefudin menerangkan, bahwa beras yang kondisinya jelek itu sekitar 10 kilogram dan sangat tidak mungkin bisa dikonsumsi. Oleh sebab itu, jatah warga saat ini terpaksa harus dikurangi agar semuanya bisa tetap kebagian beras secara merata.

“Iya benar, berasnya jelek banget, tidak bisa dikonsumsi sama sekali,”kata dia saat diwawancarai melalui ponsel.

Diduga, beras yang kualitasnya buruk itu seperti terkena air dan terbengkalai jadi dampak kepada kualitas berasnya.

“Kelihatannya berasnya terkena air, jadi jelek gini,” ucapnya.

Disinggung terkait penggantian berasnya, ketua rt tersebut mengaku belum menerima penggantian, namun pihaknya akan memotong setorannya kepada desa. “Kalau untuk penggantian, paling kita potong setoran aja,” ucapnya. (eri)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.