oleh

Warga Jangan Terlena Bansos Covid

Kembali Semangat dan Patuhi Protokol Kesehatan

SUMEDANGESKPRES.COM – Warga terdampak Covid 19 diharapkan tidak terlena dengan bantuan sosial (bansos) yang selama ini disalurkan kepada masyarakat. Pasalnya, bantuan ini tidak selamanya akan ada, karena bansos tersebut ada hanya untuk mengatasi keterpurukan di masa Covid 19 saja.

Untuk itu, warga penerima bantuan, diharapkan kembali bersemangat dalam menyongsong masa depan. Masyarakat pun diimbau kembali melaksanakan aktivitas dan usaha, meski diharuskan mematuhi protokol kesehatan.

“Warga penerima bansos terdampak covid, diharapkan tidak terlena dengan bantuan yang ada. Jangan merasa puas. Kita harus semangat lagi, kita berusaha lagi sehingga kedepannya tidak lagi mengandalkan bantuan pemerintah,” ujar Lurah Regol Wetan Kecamatan Sumedang Selatan Madhi ketika ditemui Sumeks, kemarin.

Namun demikian, kata dia, memasuki masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini, bukan berarti bebas tetapi tetap patuh protokol kesehatan. Misalnya saja, ketika keluar rumah hendaklah selalu menggunakan masker serta menghindari kerumunan. “Kita tetap harus waspada. Jangan sampai, Sumedang sudah masuk zona biru, kita malah terlena,” tegas dia.

Baca juga :

Bupati Ingatkan Untuk Tetap Waspada Covid-19

Terkait dengan bansos yang diterima warga terdampak, kata dia, terdiri dari tiga pintu bantuan. Yakni, bantuan tunai langsung (BLT) kabupaten sebanyak 54 Kepala Keluarga (KK), bansos APBD Provinsi 518 KK dan Bansos Kemensos sebanyak 144 KK.

“Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih baik ke pemkab, pemrov maupun Kemensos yang sudah mengakomodir warga kami yang terdampak Covid dan memang saat ini benar-benar layak menerima bantuan,” kata Madhi.

Dan saat ini, kata dia, pencairan bansos Kemensos sudah memasuki tahap ketiga. “Hari ini (kemarin, red) merupakan jadwal pencairan bansos Kemensos untuk 144 KK,” ujar dia.

Namun, kata dia, intinya saat ini yang diharapkan adalah, pandemi Covid ini segera berakhir. Sehingga, masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal. “Tidak ada ketakuan lagi tidak ada kepanikan jadi semua bisa beraktivitas dan berusaha seperti sedia kala,” harap Lurah. (ahm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed