Warga Keluhkan Jalan yang Sudah Lama Rusak

Peliput/Editor: atep bimo

Warga Keluhkan Jalan yang Sudah Lama Rusak

HATI-HATI: Seorang pengendara motor harus ekstra hati-hati ketika melewati tanjakan Pasir Rangon akibat jalan yang rusak tidak kunjung diperbaiki, kemarin. (ATEP BIMO ARIO SUTEJO/SUMEKS)

CONGGEANG – Kerusakan jalan kabupaten yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Conggeang sangatlah parah. Jalan tersebut menghubungkan Desa Padaasih, Desa Cipamekar dan Desa Cibeureuyeuh.

Jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer itu mengalami kerusakan di beberapa titik. Diantaranya, di Dusun Kepuh Desa Cipamekar, Tanjakan Pasir Rangon dan Dusun Hamawang di Desa Padaasih.

Pengendara kendaraan roda dua dan roda empat meski ekstra hati-hati ketika melewati jalan itu. Bahkan, berdasarkan pantauan Sumeks ada beberapa pengendara kendaraan roda dua harus menurunkan pemboncengnya ketika lewat di tanjakan Pasir Rangon.

Padahal, jalan itu merupakan akses satu-satunya yang menghubungkan Desa Padaasih dengan kota kecamatan. Perekonomian warga juga terganggu karenanya, sebab warga desa tersebut menjual hasil taninya melalui jalan itu.

Sebenarnya, jalan antara Cibeureuyeuh dengan Padaasih mempunyai nilai sejarah. Pasukan Siliwangi yang melakukan Long March dari Jogjakarta ke Buahdua melewati jalan itu. Hal itu diungkapkan seorang warga setempat, Suryana (40).

“Dulu, jalur ini merupakan jalan yang dipakai Pasukan Siliwangi yang melakukan napak tilas. Sewaktu masih musim jalan kaki,” kata Suryana kepada Sumeks di kediamannya, kemarin.
Suryana menjelaskan, kerusakan yang dialami jalan itu sudah berlangsung lama. Menurutnya, mungkin sudah sampai puluhan tahun tidak ada perubahan sama sekali.

Dikatakan Suryana, perbaikan biasanya dilakukan oleh warga secara patungan. Perbaikan yang dilakukan hanya pada beberapa titik saja, karena terkait kekurangan biaya. “Ketika musim hujan datang, akan hancur kembali akibat terkena air,” tandasnya.

Menurut Suryana, semua warga mengharapkan jalan ke desanya itu bagus. Agar, lalu lintas warga menjadi lancar dan tidak merasa khawatir akan terjadi kecelakaan. “Apalagi jalan itu tidak tersentuh oleh dana desa, perbaikan seharusnya segera dilakukan,” tukasnya.

Senada dengan Suryana, tokoh masyarakat setempat, Drs Adung Suganda mengharapkan perbaikan segera dilakukan. Hal itu, sambungnya, terkait dengan kegiatan warga yang melintas cukup tinggi. Terutama untuk kalangan pelajar dan para pekerja.

“Apabila jalan sudah diperbaiki, patalimarga akan lancar. Terutama di bidang ekonomi. Diantaranya, yang mengangkut hasil bumi tidak terhambat, sebab banyak mobil yang mogok. Dan, warga yang akan ke pasar juga tidak terganggu akibat jalan rusak,” jelasnya. (atp)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js