oleh

Warga Perbatasan Ngeluh Kurang Diperhatikan Pemerintah

KOTA – Sejumlah warga di daerah perbatasan merasa kurang diperhatikan oleh pemerintah. Pasalnya, sarana prasarana dan infrastruktur seperti lampus PJU, trotoar, dan fasilitas umum tidak ada. Sehingga, aktivitas warga kurang begitu nyaman.

Seperti halnya keberadaan trotoar yang merupakan fasilitas yang dangat diperlukan untuk kenyamanan dan keamanan pejalan kaki belum bisa dirasakan di wilayah Sumedang Timur.
“Keberadaan trotoar di wilayah Timur Sumedang seperti Kecamatan Tomo yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Kadipaten Majalengka tampaknya belum dapat dirasaka warga. Kami merasa tak diperhatikan,” ujar warga Tomo, Supendi.

Menanggapi masalah itu Anggota Komisi D DPRD Sumedang, Dede Suwarman mengatakan trotoarisasi di kawasan tersebut sangat penting mengingat banyak kendaraan-kendaraan besar yang melintas di jalan nasional itu.

“Keamanan dan kenyamanan pejalan kaki di daerah tersebut juga harus diperhatikan. Apalagi daerah perbatasan yang merupakan teras Kabupaten Sumedang,” ujarnya kepada Sumedang Ekspres, kemarin.

Dede, memerangkan, kewenangan untuk melakukan trotoarisasi di daerah yang dimaksud merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Kendati demikian, pihaknya akan menindaklanjutinya dengan mendorong Pemerintah Pusat untuk memeperhatikan keinginan masyarakat itu.
“Itu jalan nasional yang didanai oleh APBN, tidak boleh tumpang tindih kewenangan. Namun kami akan dorong Pemerintah Pusat,” katanya.

Masalah di daerah perbatasan, kata dia, tidak itu saja, melainkan penerangan jalan pun masih jauh dari kenyataan, dikarenakan jarang sekali ada lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).
Menurutnya, keberadaan PJU sangat menunjang bagi keselamatan para pengendara terutama roda dua, apalagi di musim oenghujan yang akan segera datang seperti sekarang ini.

“Kalaupun ada, lampu PJUnya sering mati, sehingga penerangan yang maksimal tidak bisa dirasakan. Padahal keberadaan PJU sangat penting untuk menunjang keselamatan masyarakat,” ucapnya.

Terkait masalah itu, Dede mengaku, sudah sering menyampaikannya kepada dinas terkait di Sumedang untuk menindaklanjutinya. “Penerangan jalan juga masih menjadi masalaha hingga saat ini. Saya harap Pemkab Sumedang memperhatikannya, terutama di daerah-daerah perbatasan,” pungkasnya. (iqi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed