oleh

Waspada, Curanmor Beraksi Siang Bolong

Sasarannya Anak Dibawah Umur

SUMEDANGEKSPRES.COM – Menghadapi kehidupan di tengah pandemi Covid-19, tindak kejahatan dan kriminalitas, makin meningkat. Dalam kurun waktu dua minggu saja, terjadi tindakan pencurian kendaraan bermotor dengan modus menakut-nakuti korbannya.

Kapolsek Tanjungsari, Kompol Deden Mulyana SH membenarkan jika di wilayah hukum Polsek Tanjungsari, memang sedang marak pencurian kendaraan bermotor. Terutama roda dua, dengan target korbannya anak dibawah umur. Dan tak tanggung-tanggung, pelaku beraksi di siang bolong.

“Modusnya sama, pelaku menakut-nakuti korban bahwa motor lising lah, gak disetor, habis menabrak. Korban yang merupakan anak dibawah umur gampang terbujuk dan mau menyerahkan kendaraannya karena takut,” katanya saat dikonfirmasi, kemarin.

Polisi pun mengimbau kepada para orang tua, agar mengawasi anak-anaknya. Apalagi belum memiliki SIM dan anak dibawah umur. Apalagi, disaat libur Covid-19, anak-anak cenderung banyak melakukan aktivitas di luar rumah. “Jadi mohon diawasi anak-anaknya, jangan sampai lenggang. Apalagi membawa kendaraan bermotor, kan gak boleh,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, diduga dihipnotis, Iki, 14, warga Cikandang Desa Cikahuripan Kecamatan Cimanggung harus rela kehilangan motornya jenis Honda Nopol Z 2071 CR dan dua buah Hape di sekitar Perumahan Gordah Desa Raharja Kecamatan Tanjungsari pada Kamis (23/7) lalu.

Beruntung, korban selamat dan tidak mendapatkan luka. Hanya saja, korban seperti kebingungan dan shok dengan kejadian tersebut. Tak hanya itu, korban pun sempat mendapat ancaman akan disundut roko jika tidak memberikan kunci motornya.

Ibu korban, Eneng saat melapor ke Mapolsek Tanjungsari mengatakan jika saat itu sekitar jam 10.45, korban naik motor bersama ketiga rekannya satu motor. Namun, di tengah perjalanan, ketiga korban diberhentikan oleh pelaku, dengan alasan motor yang dipake korban pernah menabrak seseorang.

“Katanya, anak saya disuruh berhenti oleh dua orang. Tak lama kemudian, pria dewasa berjumlah dua orang itu meminjam motor korban karena motornya sudah menabrak kerabatnya. Karena tidak pernah menyenggol seseorang, anak saya menyerahkan motor bersama kuncinya. Kemudian mengikuti dari belakang dibonceng oleh pelaku lain,” katanya.

Ditengah perjalanan, ketiga korban dipisahkan. Korban Iki bersama rekannya dibawa oleh pelaku ke tempat sepi. Sementara korban lain dibawa ke warung oleh pelaku lain. “Disana, anak saya dipaksa untuk menyerahkan motor dan Hape, dengan diancam senjata tajam dan akan disunut roko. Anak saya ketakutan kemudian menyerahkan motor dan hapenya dan ditinggal begitu saja,” katanya.

Sementara, rekannya yang bersama pelaku lain, ditinggalkan di warung. Karena sudah berjam-jam, korban Iki tidak datang, rekan yang satu meminta tolong ke warga kemudian melaporkan kejadian itu ke rumah korban Iki. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed