Waspada Permen Narkoba Beredar

KOTA – Sejumlah orang tua di Kabupaten Sumedang merasa was-was terkait beredarnya permen yang mengandung bahan Narkoba. Sebab, di beberapa kota seperti di Jakarta dan Bandung, permen berbentuk jari itu telah beredar di pasaran.

Wiwi, warga Dusun Kebon Kalapa, Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Sumedang Selatan, mengaku miris melihat berita di televisi adanya permen yang mengandung Narkoba. Mengingat, dirinya memiliki anak usia PAUD.

“Ya, takut juga. Karena anak saya kan suka jajan peremen. Gimana kalau peremennya benar-benar ada Narkobanya. Nanti anak saya keracunan Narkoba,” katanya.

Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang meminta warga untuk lebih waspada terhadap sindikat Narkoba yang kian licik dalam memasarkan barang haram itu. Sebab, akhir-akhir ini ramai diperbincangkan Narkoba kini dijual dalam berbentuk permen beraneka warna yang tengah menyasar kalangan anak-anak.

“Kita perlu waspada. Pengawasan terhadap anak-anak harus ditingkatkan. Terutama apa saja yang dikonsumsi dan dibeli oleh anaknya. Kabarnya permen mengandung Narkoba itu bisa membuat anak ketagihan,” ungkap Kepala Dinas Kabupaten Sumedang, Retno Ernawati saat dikonfirmasi.

Untuk memastikan hal itu, Dinkes pun akan menurunkan tim lapangan dan menyelidiki apakah peredaran permen tersebut sampai di Sumedang. Namun hingga saat ini belum ada laporan terkait peredaran permen berbentuk jari itu di Sumedang. Pihaknyapun baru mengetahui setelah pemberitaan di daerah lain.
“Kami akan selidiki apakah di Sumedang ada atau tidak, saya juga baru tahu tadi pagi di berita,” terangnya.

Sementara itu, terkait pengawasan jajanan anak, Dinkes sudah berkoordinasi dengan Indag untuk melakukan sidak ke lapangan secar berkala ke titik-titik dimana jajanan anak dijual. Sebab dalam hal ini, Dinkes hanya mempunyai tupoksi pengawasan terkait produksi makanan rumah tangga, melakukan pelatihan dan audit tempat pembuatan makanan dan pemeriksaan sampel makanan kemudian Dinkes mengeluarkan ijin.

“Kalau untuk pengawasan kami selalu lakukan berkala, berkoordinasi dengan Indag turun ke lapangan,” katanya.

Upaya lain diantara dengan memberikan pengetahuan terhadap para guru di setiap sekolah untuk dapat mengidentifikasi jajanan dan makanan yang disinyalir berbahaya.

‪”Ini penting untuk dilakukan agar makanan yang dikonsumsi anak, baik di kantin maupun luar sekolah aman. Dan para guru bisa mengidentifikasinya sejak awal, secara sederhana” katanya.

Ke depan ia berharap para guru mengedukasi setiap siswa agar dapat lebih selektif dalam mengonsumsi makanan. “Tentunya makanan yang tidak mengandung bahan berbahaya untuk tubuh. Jadi guru dan siswa harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang aman,” katanya. (her)

Ikuti Kami di Sosial Media:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.