Waspadai Pemilih Ganda

Waspadai Pemilih Ganda

HADIRI: Ketua PPS Desa Mekargalih Endan Sumari (kanan) bersama Kades Mekargalih Dadan Jamaludin (kiri) saat menghadiri sebuah acara, belum lama ini. (IST)

PEWARTA: IMAN NURMAN/SUMEKS

Jatinangor Rawan Kecurangan

JATINANGOR – Menghadapi Pemilukada Sumedang dan Pilgub Jabar 2018 ancaman pemilih dadakan dan pemilih ganda patut diwaspadai.

Apalagi, Jatinangor yang notabene kawasan pendidikan dan industri banyak dihuni pendatang dari luar Sumedang. Meski demikian, Panitia Pemilihan Suara (PPS) Desa Mekargalih sudah mengantisipasi hal itu.

Dikatakan Ketua PPS Desa Mekargalih Endan Sumari pemilih dadakan dan pemilih ganda di Jatinangor bukan hal baru. Sebab, pada saat pemilihan akan banyak mahasiswa yang meminta untuk difasilitasi memilih di Jatinangor.

“Pada Pilpres juga banyak kasus seperti itu. Ada orang Papua dan orang diluar Jawa Barat ingin memilih di Jatinangor. Namun, karena cakupan nasional (memilih Presiden) jadi diperbolehkan. Asalkan, ada surat pindah memilih dari tempat asalnya,” katanya.

Berbeda ketika kasusnya Pilgub dan Pilbup. Mahasiswa atau karyawan yang bukan warga Sumedang dan Jabar maka tidak bisa memilih di Jatinangor. Meskipun sudah puluhan tahun tinggal di Jatinangor.

“Untuk Pilkada sekarang warga yang tidak terdaftar di DPT maka tidak bisa memilih di sini. Kecuali, yang sudah pindah dan memiliki KTP Sumedang, ” katanya.

Mantan ketua PPK Jatinangor ini pun menambahkan dalam peraturan KPU warga yang berhak memiliki hak pilih adalah warga yang memiliki KTP dan KK serta masuk di DPS yang kemudian di plenokan menjadi DPT.

“Hawatirnya ada penyelenggara pemilu yang tidak paham itu. Jadi kalau tidak terdaftar di DPT meski sudah lama tinggal di Jatinangor maka tidak bisa memilih di sini, ” tandasnya. (imn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.