oleh

Widodo: Tingkatkan Perekonomian, Tutup Kebocoran Anggaran

KOTA – Calon Bupati Sumedang dari jalur perseorangan dengan nomor urut dua Kompol (purn) Setya Widodo, terus berkeliling menemui relawannya yang ada di setiap wilayah Kabupaten Sumedang.

Selain melakukan silaturahmi, kunjungan Setya Widodo juga sekaligus melakukan konsolidasi terhadap relawan yang ada di tingkat desa hingga tingkat RT/RW. Dalam kunjungannya, tak sedikit masyarakat yang langsung menyampaikan aspirasinya kepada Widodo. Baik dalam hal infastruktur, ekonomi, pendidikan, budaya dan birokrasi.

Dari sekian banyak aspirasi masyarakat, dengan kemampuan yang dimiliki Widodo, dirinya siap melakukan berbagai terobosan. Salah satunya, dalam hal peningkatan ekonomi.

“Secara Geografis, Sumedang telah diuntungkan oleh alam. Yang terdiri dari bukit-bukit indah dan tanah yang subur. Di sana terdapat banyak potensi wisata alam. Di antaranya teraliri oleh tiga sungai yakni Cipeles, Cimanuk dan Cilutung. Bahkan terdapat juga lima air terjun atau curug. Tak hanya itu, ada juga air panas alami, kearifan lokal, peninggalan sejarah, makam para raja, bangunan peninggalan Belanda, Waduk Jatigede dan lain sebagainya,” katanya kepada Sumeks, Minggu (25/2).

Namun demikian, lanjut Widodo, walaupun kaya akan alam, hingga saat ini potensi tersebut belum terkelola dengan baik. Sehingga Sumedang tidak memiliki icon dan hanya menjadi kota lintasan.

“Untuk itu, dalam meningkatkan perekonomian Sumedang, salah satunya saya ingin mengembangkan industri pariwisata, peternakan, perikanan, perkebunan dan kehutanan. Sehingga Sumedang akan menjadi destinasi wisata. Apakah itu wisata alam, ataupun wisata peninggalan sejarah dan religius,” ujarnya.

Selain itu, potensi wisata yang telah ada saat ini, Widodo berencana untuk melakukan terobosan agar bisa lebih berkembang dan diminati wisatawan lokal maupun luar daerah. “Jangan sampai masyarakat ingin wisata air panas harus ke Garut, lihat pemandangan alam harus ke lembang atau subang, ingin wisata religi harus ke Jawa Timur dan sebagainya. Makanya potensi wisata ini harus ditata dengan baik,” sebut Widodo.

Dalam peningkatan perekonomian di Kabupaten Sumedang, juga membutuhkan modal yang tidak sedikit. Sehingga pemerintah daerah harus bisa mengatur keuangan dengan baik. Pasalnya, masyarakat sering menduga jika kondisi Sumedang yang tak kunjung maju akibat ulah segelintir oknum birokrat yang masih suka memperkaya diri atau korupsi.

“Saya sanggup menghentikan culture koruptif. Karena saya dibesarkan dikesatuan Polri, sehingga kami tahu tentang hukum. Dalam pengelolaan keuangan daerah, kami akan menerapkan sistem E-Budgeting. Sehingga, dalam pengelolaan uang tersebut dilakukan secara transparan yang diketahui oleh masyarakat luas. Itu akan memudahkan adanya kontrol dan pengawasan dari seluruh penjuru,” beber Widodo.

Widodo juga menyebutkan, dalam pengelolaan anggaran, harus memenuhi empat unsur, yaitu Selective Prioritas, Tepat Sasaran, Tutup Kebocoran dan Transparancy.

“Selain itu, ya dalam membenahi suatu lembaga, yang pertama yang harus dibenahi adalah SDM nya, yang kedua administrasinya dan ketiga Oprasionalnya. Dan itu harus ditopang oleh 5 karakter, yaitu Jujur, Disiplin, Tegas, Berani dan Cerdas,” tandasnya. (bay/adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed