Wilayah Baru OTD Krisis Air Bersih

Wilayah Baru OTD Krisis Air Bersih

KEKERINGAN: Selain air Waduk Jatigede yang surut saat kemarau, sejumlah pemukiman OTD yang baru ditempati selama dua tahun mengalami kesulitan air bersih. (DOK.HERI PURNAMA/SUMEKS)

Peliput/Editor: Heri Purnama/Usep Adhiwihanda

DARMARAJA – Sejumlah titik wilayah yang ditempati Orang Terkena Dampak (OTD) Waduk Jatigede, tengah dilanda krisis ar bersih. Seperti di Dusun Ciduging Desa Tarunajaya Kecamatan Darmaraja dan di Kampung Mekarwangi Dusun Warungketan Desa Jatimekar Kecamatan Situraja.

Salah seorang warga Dusun Ciduging Usaman menyatakan, bahwa di pemukiman yang baru ditempati dua tahun itu (blok kalapa dua) memang sudah ada beberapa sumur milik warga yang kekeringan. Dampaknya, warga harus mengambil air dengan cara dipikul dengan jarak beberapa puluh meter.

“Sudah sekitar satu bulan ini sebagian warga memang kesulitan oleh air bersih. Untungnya masih ada sumur warga sekitar yang debit airnya masih aman, jadi warga yang sumurnya kekeringan bisa mengambil air dari tetangga meski jaraknya sedikit agak jauh,” katanya kepada Sumeks, Rabu (30/8).

Warga lainnya Rita menerangkan, sumur miliknya memang mengalami pengurangan debit air tapi tidak sampai kering kerontang. Pihaknya masih bisa menarik air dengan pompa, namun satu kali nyedot hanya bisa menghasilkan satu sampai dua ember cat ukuran 25 kilogram.

Oleh sebab itu, dalam waktu satu hari dia harus menyedot air sekitar empat sampai lima kali untuk menutupi kebutuhannya. Namun dampak daripada itu, warga mengalami pemborosan listrik karena harus penggunaan pompa air yang biasanya dua kali saat ini jadi dua kali lipat bahkan lebih.

“Kalau di sumur saya airnya masih ada, tapi sedikit. Jadi satu hari itu harus menyalakan mesin air sebanyak empat sampai lima kali dan akibatnya pemakaian listrik jadi boros,” tuturnya.

Tepisah, warga di Kampung Mekarwangi Desa Jatimekar Kecamatan Situraja, Dede menyebutkan, beberapa minggu ini warga yang bermukim di wilayah baru itu sudah kesulitan air bersih. Warga harus mengambil air bersih dari sumur dadakan yang ada di sekitar pesawahan yang jarak dari pemukiman sekitar 100 meter. “Tahun kemarin kan gak ada kemarau, jadi kita baru merasakan kesulitan di tahun ini,” tukasnya. (eri)

Komentar

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Hosting Unlimited Indonesia