Wisata KBB Butuh Buah Tangan Untuk Pengunjung

Wisata KBB Butuh Buah Tangan Untuk Pengunjung

BERWISATA: Sejumlah pengunjung baru saja datang di kawasan Kampung Buricak Burinong (KBB) yang ada di Dusun Cisema Desa Pakualam Kecamatan Darmaraja, beberapa waktu lalu. (DOK/SUMEKS).

PEWARTA: HERI PURNAMA

DARMARAJA – Pemerintah Desa Pakualam Kecamatan Darmaraja, membidik pengadaan buah tangan untuk pengembangan wisata. Selama ini, Kampung Buricak Burinong (KBB) yang ada di Dusun Cisema masih belum menyediakan oleh-oleh untuk para pengunjungnya, berupa barang atau benda.

Oleh sebab itu, kedepannya pemdes setempat akan bekerjasama dengan masyarakat yang ada di Desa Pakualam, untuk membuat kaos yang bertuliskan kata-kata kreatif yang berkaitan dengan wisata buricak burinong.

“Kita akan buat kaos dengan sablonan Buricak Burinong sebagai oleh-oleh para pengunjung,”kata Sekretaris Desa Pakualam, Kushanda saat ditemui, kemarin (10/7).

Selain itu, untuk membuat kaos-kaos tersebut perlu desainer yang bisa membuat kaos dengan pola yang unik dan kreatif. Dengan begitu, akan banyak menarik minat para pengunjung untuk membelinya. “Tapi kaosnya itu harus didesain seunik mungkin, tentunya untuk menarik minat pengunjung,” tuturnya.

Dalam hal ini, pihaknya menilai dengan adanya kaos atau supenir lainnya yang bertuliskan Buricak Burinong, maka secara tidak langsung wisata sudah terpromosikan oleh para pengunjung yang membeli oleh-oleh dari wisata tersebut.

“Selain bisa memberikan penghasilan untuk masyarakat, baju-baju yang terjual juga sebagai bentuk promosi wisata tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Sumedang melalui Sekretaris Daerah Herman Suryatman mengundang Tim Kerjasama Unpad sebagai narasumber dalam ‘Diskusi Lanjutan Percepatan Pengembangan Kawasan Wisata Buricak Burinong’.

Di dalam diskusi lanjutan tersebut dibahas juga Pengembangan Teknologi Perikanan di Kawasan tersebut.  Pada diskusi ini, Tim Kerjasama Unpad diwakili oleh Prof. Dr. Opan S. Suwartapradja (FISIP), Prof. Dr. Budi Nurani Ruchjana (Pusdi Etnosains FMIPA), Dr. Mohammad Taufik (Prodi Teknik Elektro FMIPA), Dr. Sinta Ningrum dan Prof. Dr. I Made Joni (KST Unpad), Agus Purwanto (Tim Direktorat Tata Kelola) serta alumni Fisika dan mahasiswa Pascasarjana Unpad (Dede Suhendi, Endah Djuendah, dan Ucok Toni Edwart) yang telah berkoordinasi dengan Koordinator Kerjasama Unpad dan Pemkab Sumedang Dr. Nina Djustiana drg. (Dekan FKG).

Sementara, Pemkab Sumedang menghadirkan jajaran staf para Kepala Dinas terkait, Bappeda, Camat Darmaraja dan Kepala Desa Paku Alam serta  Bayu sebagai wakil masyarakat Desa Paku Alam.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Drs. H. Herman Suryatman, M.Si. menyampaikan materi diskusi dan ucapan terima kasih atas diskusi lanjutan sebagai realisasi MoU antara Pemkab Sumedang dengan Unpad, khususnya untuk pengembangan kawasan wisata Buricak Burinong.

Dikatakan, setelah perendaman 26 desa di kawasan Waduk Jatigede maka kawasan dan orang terdampak memiliki permasalahan yang harus dipecahkan. Mulai dari masalah sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, lingkungan dan lain-lain.

“Khusus untuk masalah budaya  dalam mata pencaharian masyarakat terjadi perubahan dari kebanyakan petani menjadi beralih ke perikanan. Sehingga, perlu penataan yang baik dari pemerintah  secara sosial ekonomi agar masyarakat memiliki kemampuan serta percaya diri mereka akan mampu bertahan dalam kehidupan,” ujar Herman.

Herman menuturkan, kenyataan di lapangan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Oleh karena itu, kata dia, melalui diskusi dalam kerjasama antara para akademisi dari Unpad dan Pemkab Sumedang terdapat beberapa upaya untuk diterapkan di lapangan. “Bagaimana peran serta para akademisi bersama-sama dengan jajaran aparat dan masyarakat dalam mengatasi berbagai persoalan di daerah terdampak,” paparnya.

Dalam diskusi itu, Tim kerjasama Unpad menyampaikan beberapa gagasan untuk pengembangan kawasan wisata Buricak Burinong yang berada di salah satu desa terdampak, yaitu Desa Paku Alam setelah mengkaji berbagai permasalahan yang ada di lapangan. Berbagai usulan kegiatan disusun dengan skala prioritas dan mengedepankan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan dapat dilakukan dengan secepatnya.

Beberapa usulan kegiatan itu antara lain, pertama mengembangkan potensi kawasan Eko-wisata berbasis kearifan lokal. Kedua, meningkatkan kegiatan ekonomi kreatif bagi masyarakat terdampak secara sistematis dan menyeluruh sesuai dengan potensi daerah yang telah ada dan dimiliki masyarakat.

“Telah dimulai dengan berbagai kegiatan ALG berupa pembibitan dan penanaman rumput indigofera dan ternak domba. Namun, kegiatan itu belum memberikan hasil yang optimal, masih perlu dikembangkan dengan kebersamaan jajaran instansi pemerintah, akademisi dan masyarakat setempat,” ujar salah satu perwakilan Tim Kerjasama Unpad Prof Opan.

Sementara, Ketua Pusdi Etnosains FMIPA Prof Budi Nurani, memaparkan perlunya menyusun rancangan pengembangan desa wisata budaya dengan mengintegrasikan berbagai potensi budaya yang ada di wilayah Kabupaten Sumedang. Menyiapkan sarana jalan untuk mendukung pengembangan kawasan wisata alam di lingkungan Jatigede untuk mendukung layanan sarana olah raga (para layang, outbond, serta rute jalan wisata yang akan dilalui transportasi lokal) dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai pengelola melalui Bumdes.

“Lainya, menyediakan berbagai sarana pendukung untuk akomodasi pengunjung, seperti mesjid, homestay yang bersih dan memadai disertai warung penjualan makanan/minuman sebagai kuliner dengan makanan khas Jatigede dengan harga terjangkau,” paparnya.

Budi Nurani selanjutnya menjelaskan perlunya memanfaatkan teknologi informasi dan multimedia untuk sarana promosi kawasan wisata dengan melibatkan aktivitas masyarakat setempat.

Sedangkan, kata Budi Nurani, Prodi Teknik Elektro FMIPA Dr Taufik menyampaikan ide untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Hybrid Surya Bayu memanfaatkan tenaga surya dan bayu (matahari dan angin) yang cukup kuat potensinya di daerah Buricak Burinong untuk membangun sarana listrik untuk mendukung  kawasan Buricak Burinong.

“Dan, terakhir mahasiswa Pascasarjana Unpad Dede Suhendi memberikan usulan layanan Sistem Manajemen Informasi Perikanan untuk masyarakat,” tandasnya. (eri/atp)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.